Masyarakat pilih mudik dengan Whoosh karena waktu tempuh yang cepat
Masyarakat menilai kereta cepat Whoosh sangat efektif unduk digunakan pulang kampung lantaran waktu tempuhnya yang cepat dan harga tiket yang cukup terjangkau.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Masyarakat menilai kereta cepat Whoosh sangat efektif unduk digunakan pulang kampung lantaran waktu tempuhnya yang cepat dan harga tiket yang cukup terjangkau.
Hal tersebut dikatakan Kein, salah satu pemuda yang ingin pulang kampung ke Bandung saat ditemui di Stasiun Whoosh di Jakarta Timur, Jumat.
"Jauh lebih cepat kalau naik Whoosh ini. Jadi saya enggak perlu berangkat jauh-jauh hari biar enggak macet karena naik ini (Whoosh) hanya sekitar satu jam saja," kata dia.
Menurut Kein, tahun ini beberapa temannya ada yang memilih pulang kampung dari Jakarta ke Bandung menggunakan kendaraan pribadi.
Dia mengaku temannya justru terjebak di jalan tol selama lebih dari lima jam lantaran macet. "Walaupun ada plus minusnya kalau naik mobil pribadi bisa lebih mobile ke mana-mana. Tapi naik Whoosh ini cukup worth it," jelas Kein.
Hal senada juga dikatakan Ahmad, salah satu penumpang yang juga ditemui di stasiun. Menurut Ahmad, bisa mudik dengan aman dan nyaman karena fasilitas di dalam kereta Whoosh cukup baik.
Dengan Whoosh, dia mengaku tidak perlu lagi harus menggunakan kendaraan travel untuk mudik, seperti yang dia lakukan beberapa tahun lalu.
Walau dapat menikmati fasilitas yang layak di dalam kereta, Ahmad tetap memberi catatan terkait jauhnya stasiun Whoosh dari pusat kota.
Dia mengaku harus kembali naik fasilitas transportasi feeder dari stasiun menuju Kota Bandung. "Harapannya sih biar ada lokasi stasiun yang dekat dengan kota. Biar tidak dua kali jalan," kata dia.
Sebelumnya, General Manager Corporate Secretary PT. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Eva Chairunisa mengatakan penjualan tiket kereta Whoosh mencapai 145 ribu selama masa arus mudik lebaran 2026.
Eva mengatakan data tersebut menandakan adanya peningkatan penjualan tiket di masa arus mudik lebaran jika dibandingkan dengan hari biasa.
Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, angka penjualan 145 ribu tiket itu tercatat hingga hari ini, tepatnya pukul 08.00 WIB.
"Total tiket yang telah terjual mencapai sekitar 145 ribu tiket untuk periode perjalanan 13 hingga 30 Maret 2026," seperti dikutip siaran pers tersebut.
Untuk penjualan per hari ini saja, lanjut Eva, PT. KCIC telah berhasil menjual 10 ribu tiket kereta Whoosh. Jumlah penjualan diperkirakan akan terus bertambah dan menyentuh angka 18 ribu tiket.
Untuk mengantisipasi jumlah penumpang yang lebih banyak, KCIC telah memperkuat sistem keamanan di setiap stasiun kereta Whoosh.
Penguatan sistem keamanan itu berupa mengerahkan 551 personel gabungan yang terdiri dari petugas keamanan KCIC hingga personel TNI dan Polri.
Selain itu, pihak KCIC juga menempatkan 309 petugas posko internal perusahaan di seluruh stasiun Whoosh, Posko Pusat Kementerian Perhubungan, serta berbagai area kerja operasional Whoosh.
Semua itu pihaknya lalukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang selama di stasiun maupun di dalam kereta.




