Top
Begin typing your search above and press return to search.

Mendag: Gangguan rantai pasok global buka peluang ekspor RI

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pemerintah dapat memanfaatkan peluang ekspor yang muncul ketika gangguan rantai pasok global mengubah peta perdagangan internasional.

Mendag: Gangguan rantai pasok global buka peluang ekspor RI
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pemerintah dapat memanfaatkan peluang ekspor yang muncul ketika gangguan rantai pasok global mengubah peta perdagangan internasional.

Menurut Budi, dinamika geopolitik yang terjadi di wilayah Timur Tengah berpotensi menyebabkan terganggunya pasokan barang dari negara pemasok tertentu.

“Kalau krisis geopolitik itu biasanya akan mengubah peta perdagangan. Ketika global supply chain (rantai pasok global) terganggu akan ada pasar yang kosong karena pemasoknya terhambat,” kata Budi di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dapat membuka peluang bagi negara lain, termasuk Indonesia, untuk mengisi kekosongan pasar di sejumlah negara tujuan ekspor.

Pemerintah, kata dia, akan memetakan negara-negara yang relatif tidak terdampak konflik geopolitik untuk dijadikan target ekspor baru.

Langkah tersebut dilakukan agar pelaku usaha nasional tetap dapat memperluas pasar meskipun terjadi gangguan perdagangan global.

Budi mengatakan, Kementerian Perdagangan juga akan berkoordinasi dengan para eksportir guna mengetahui secara langsung kendala yang dihadapi pelaku usaha.

“Kami akan bertemu para eksportir untuk mengetahui secara teknis kira-kira masalahnya di mana,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah belum dapat menghitung secara pasti potensi penurunan ekspor akibat situasi geopolitik global tersebut.

Menurut dia, perhitungan yang lebih akurat masih memerlukan masukan dari para pelaku usaha serta evaluasi terhadap kondisi perdagangan internasional.

Meski demikian, pemerintah terus memantau perkembangan situasi global agar aktivitas ekspor Indonesia tetap berjalan.

Budi menegaskan, pemerintah saat ini memetakan sejumlah negara tujuan ekspor yang relatif tidak terdampak konflik geopolitik untuk dijadikan pasar alternatif bagi produk Indonesia.

“Kita harus mencari pasar lain ketika pasar tertentu terganggu,” tuturnya.

Ia menyebut negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Afrika berpotensi menjadi tujuan ekspor alternatif karena dinilai relatif tidak terdampak konflik geopolitik global saat ini.

Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah akan memanfaatkan program business matching untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara tersebut.

Kementerian Perdagangan sebelumnya mencatat program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) telah memfasilitasi 1.217 pelaku usaha dengan nilai transaksi mencapai 134,87 juta dolar AS atau sekitar Rp2,27 triliun sepanjang 2025.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire