Menkeu ingin perkuat "marketplace" lokal, tekan dominasi negara lain
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkaji upaya-upaya untuk memperkuat platform lokapasar (marketplace) lokal guna mencegah dominasi pemain global di tengah pertumbuhan pesat digitalisasi perdagangan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui usai salat Idul Fitri di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Jakarta, Sabtu (21/3/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui usai salat Idul Fitri di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Jakarta, Sabtu (21/3/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkaji upaya-upaya untuk memperkuat platform lokapasar (marketplace) lokal guna mencegah dominasi pemain global di tengah pertumbuhan pesat digitalisasi perdagangan.
Purbaya menilai ekosistem lokapasar saat ini lebih banyak dikuasai perusahaan asing. Kondisi ini, kata dia, menjadi tantangan bagi para pelaku usaha lokal.
“Saya lagi pikirkan ada nggak perusahaan domestik yang bisa dihidupkan lagi untuk menjadi kompetisi dari dominasi China,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Jakarta, Sabtu.
Untuk bisa menghadirkan tandingan dari pelaku dalam negeri, Purbaya mencoba mempelajari ekosistem lokapasar eksisting, termasuk yang berkolaborasi dengan media sosial seperti Tokopedia dan TikTok.
Langkah itu merupakan salah satu upaya Purbaya untuk memperkuat perekonomian nasional.
Di tengah gejolak geopolitik global, Menkeu memasang strategi penguatan permintaan domestik guna mencegah ketergantungan terhadap faktor eksternal.
Selain soal "marketplace", bendahara negara juga menyiapkan rencana dukungan terhadap sektor swasta, menjaga daya beli masyarakat, mengelola harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dari dampak harga minyak global, hingga mendorong belanja pemerintah agar terserap tepat waktu.
“Walaupun global begitu, tapi permintaan (domestik) masih kencang. Mungkin (ekonomi) akan melambat kalau (konflik) naik terus. Tapi saya akan jaga permintaan domestik,” tuturnya.
Secara keseluruhan, dia menilai perekonomian nasional relatif terjaga, yang terlihat pada berbagai indikator ekonomi serta tinjauan lapangan yang dia lakukan pada Ramadhan.
Dia pun optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 mampu mencapai 5,7 persen.
“Kalau angka terakhir sih pertumbuhan ekonomi bisa 5,6–5,7 persen,” ujarnya.




