Mudik jadi peluang ekonomi, perusahaan manajemen properti ini ajak karyawan bawa produk lokal

Jakarta - Perusahaan manajemen properti yang menawarkan layanan pengelolaan properti komprehensif dengan standar internasional, manfaatkan momentum mudik Lebaran jadi peluang produktif yang dapat menggerakkan ekonomi daerah.
Melalui inisiatif bertajuk “Mudik Produktif”, Perusahaan manajemen properti (GMT Property Services) mendorong karyawannya untuk membawa hasil bumi dari kampung halaman, yang kemudian diserap langsung oleh unit bisnis perusahaan, Sayur, Kendal.
Rayhan Ch. Siego, pemilik
Sayur Kendal, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendorong keterlibatan seluruh karyawan dalam mengembangkan usaha Sayur,Kendal yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat.
Menurut Rayhan, mudik merupakan leverage point strategis—bukan hanya mobilitas sosial, tetapi juga peluang ekonomi yang nyata.
“Ini bukan sekadar program HR, tetapi inisiatif lintas fungsi yang terhubung dengan strategi bisnis, operasional, dan pengembangan karyawan,” ujarnya.
Mario Febriano selaku HR Director GMT Property Services menjelaskan, program ini dirancang secara cepat dan adaptif menjelang musim mudik. Konsepnya sederhana: karyawan yang pulang kampung dapat membawa komoditas lokal seperti cabai, bawang, jahe, kunyit, hingga emping.
"Setibanya di unit Sayur Kendal, produk tersebut akan ditimbang dan dibeli kembali oleh perusahaan,"jelas Mario.
Seluruh biaya pembelian dari daerah akan diganti penuh, sementara karyawan berpeluang memperoleh margin dari selisih harga. Komoditas yang dipilih pun merupakan produk dengan permintaan tinggi dan sesuai dengan rantai pasok perusahaan.
Dari sisi operasional, seluruh produk yang dibawa tetap mengikuti standar perusahaan. Barang dicatat berdasarkan jenis, berat, dan asal daerah, kemudian masuk ke dalam sistem inventori.
Produk juga wajib memenuhi kriteria layak jual, segar, dan sesuai kebutuhan operasional. Distribusi tetap melalui proses procurement dan quality control, sehingga kualitas tetap terjaga.
Program ini mendapat respons positif dari karyawan. Selain fleksibel dan tidak bersifat wajib, inisiatif ini memberikan peluang tambahan pendapatan tanpa tekanan.
Beberapa karyawan bahkan telah mulai membawa produk lokal dari daerah asalnya dan merasakan langsung manfaat ekonomi dari program tersebut.
Lebih dari sekadar program internal, inisiatif ini memiliki potensi besar dalam mendorong ekonomi daerah.
Penyerapan produk lokal yang sebelumnya memiliki akses pasar terbatas kini menjadi lebih terbuka. GMT Property Services juga melihat peluang untuk mengembangkan kolaborasi yang lebih formal dengan pelaku UMKM ke depan.
“Fokus kami bukan angka jangka pendek, tetapi menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal,” jelas Mario.
Program Mudik Produktif mencerminkan nilai budaya perusahaan, di mana karyawan tidak hanya bekerja, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ekosistem bisnis.
Semangat gotong royong, adaptif, dan berdampak menjadi fondasi utama. Inisiatif ini juga menjadi bentuk employee engagement yang berbasis kontribusi nyata.
Mario menegaskan bahwa program ini tidak bersifat wajib. Perusahaan mengedepankan pendekatan humanis, di mana partisipasi dilakukan secara sukarela sesuai kapasitas masing-masing karyawan.
Dengan demikian, program ini tidak menjadi beban, melainkan peluang.
Ke depan, GMT Property Services membuka peluang untuk mengembangkan program ini menjadi lebih berkelanjutan, bahkan di luar momentum mudik.
Model employee-driven economic collaboration ini dinilai berpotensi menjadi pendekatan baru dalam menghubungkan perusahaan, karyawan, dan ekonomi komunitas.
Melalui program ini, GMT Property Services mengajak masyarakat untuk melihat mudik dari perspektif yang lebih luas.
“Mudik yang bernilai adalah ketika kita bisa memberi dampak—bagi keluarga, desa, dan ekosistem yang lebih luas,” tutup Mario. (Dd)




