Top
Begin typing your search above and press return to search.

Panca ampera dorong perlindungan petani tembakau

Industri rokok dorong kebijakan adil bagi petani dan UMKM tembakau nasional.

Panca ampera dorong perlindungan petani tembakau
X

Elshinta/ ADP

Pelaku industri rokok nasional menyuarakan aspirasi petani tembakau melalui lima poin utama yang disebut PANCA AMPERA atau Lima Amanat Petani Tembakau Madura–Nusantara.

Aspirasi tersebut disampaikan oleh Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, selaku pemilik Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), di tengah dinamika penindakan rokok ilegal dan isu tata kelola cukai.

Menurutnya, PANCA AMPERA merupakan refleksi kondisi nyata yang dihadapi petani tembakau serta pelaku usaha rokok skala kecil di Indonesia.

“Ini bukan sekadar aspirasi. Ini adalah suara dari bawah, suara petani, buruh, dan pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi fondasi industri tembakau nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

Ia menekankan pentingnya pendekatan yang adil dalam penegakan hukum, khususnya terhadap pelaku usaha rokok skala UMKM.

“Pengusaha rokok pribumi, khususnya skala UMKM, tidak boleh diposisikan sebagai musuh. Mereka adalah bagian dari ekonomi rakyat. Jika ada pelanggaran, harus dilihat konteksnya agar tidak terjadi kriminalisasi terhadap mereka yang sedang berjuang bertahan,” katanya.

Meski demikian, ia tetap menegaskan bahwa praktik rokok ilegal harus ditindak tegas guna menjaga ekosistem industri yang sehat.

“Rokok ilegal harus ditindak tegas demi menjaga keadilan dalam industri. Namun, penindakan harus tepat sasaran dan tidak melemahkan pelaku usaha legal yang sedang berkembang,” ujarnya.

Dalam aspek kebijakan, ia mendorong pemerintah untuk menghadirkan skema cukai khusus bagi rokok rakyat agar pelaku usaha kecil dapat berkembang dalam sistem yang legal.

“Kita membutuhkan skema cukai khusus untuk rokok rakyat agar pelaku usaha kecil dapat masuk ke sistem resmi tanpa terbebani biaya yang tidak realistis,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya percepatan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau di Madura sebagai langkah strategis dalam memperkuat industri.

“KEK Tembakau Madura bukan hanya proyek ekonomi, tetapi solusi untuk membangun industri tembakau yang adil dan berkelanjutan,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kesejahteraan petani tembakau harus menjadi fokus utama dalam setiap kebijakan pemerintah.

“Jutaan petani tembakau adalah fondasi industri ini. Jika mereka tidak sejahtera, maka seluruh rantai industri akan rapuh. Negara harus hadir untuk memastikan harga yang layak dan kepastian usaha bagi mereka,” ujarnya.

Ia berharap PANCA AMPERA dapat menjadi bahan pertimbangan serius bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan sektor tembakau ke depan.

“Jika ingin industri tembakau Indonesia kuat, maka harus dimulai dari bawah, dari petani dan pelaku usaha rakyat. Jangan sampai mereka terus menjadi pihak yang paling lemah dalam sistem yang seharusnya melindungi mereka,” tutupnya.
(Arie Dwi Prasetyo)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire