Pedagang makanan di Kudus keluhkan kenaikan harga plastik
Para pedagang makanan seperti warung atau rumah makan mengeluhkan harga plastik dan bahan pembungkus makanan yang naik cukup tinggi lebih dari 100 persen.

Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Para pedagang makanan seperti warung atau rumah makan mengeluhkan harga plastik dan bahan pembungkus makanan yang naik cukup tinggi lebih dari 100 persen. Akibat kenaikan harga plastik, cup minuman dan kertas pembungkusan makanan membuat para pedagang mensiasati dengan cara menaikan biaya pengemasan utamanya untuk pembeli makanan via online atau dibungkus.
Salah satu pemilik kedai yang biasa menjual makanan secara online, Eka warga kabupaten Kudus mengaku terpaksa menaikan biaya pengepakan (bungkus) makanan sebesar Rp2000. Hal ini dilakukan karena harga plastik kresek, cup minuman, kertas minyak dan lain-lain yang mengandung plastik naik lebih dari 100 persen.
"Kertas nasi yang dulu biasanya harga 25 ribu/pack sekarang naik jadi 40-45 ribu/pack. Plastik putih biasane ¼ harganya 8 ribu, sekarang 14-15 ribu. Tresbag size 60 x 100 biasanya cuma 25 ribu sekarang jadi 35 ribu, terus cup es teh biasane 15 ribu jadi 21 ribu. Jualan masakan matang kayak saya sekarang bingung, harga naik semua", katanya, Jumat (3/4).
Naiknya harga plastik dan harga bahan makan lainnya membuat Eka harus berpikir keras agar usahanya tetap berjalan di tengah krisis ekonomi global akibat perang di Timur Tengah. "Minyak goreng premium di pasar sulit dicari, ke supermarket ada tapi harganya naik 3-5 ribu per liter. Agar tetap bisa berjualan saya terpaksa mengurangi sedikit porsi agar tidak menaikan harga", imbuh ibu tiga anak ini.
Senada, Kholifah pedagang makanan di kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus mengaku melakukan penghematan plastik pembungkusan makanan dengan cara memilih konsumen jika membeli banyak baru diberi plastik kresek.
"Kalau hanya beli gorengan dua buah tidak saya kasih plastik rugi di ongkos Mahalan di plastik daripada gorengan", katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (6/4).
Sementara itu, salah satu pemilik toko kelontong Herutama warga Kaliwungu Kudus mengatakan jika terpaksa menaikan harga plastik dan sebagainya karena memang harga kulakan juga naik semua.




