Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pemerintah targetkan pajak perdagangan internasional di Papua Rp234,54 miliar pada TA 2026

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Papua, Izharul Haq mengatakan, pada tahun anggaran 2026, pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua sebesar Rp6,7 triliun.

Pemerintah targetkan pajak perdagangan internasional di Papua Rp234,54 miliar pada TA 2026
X

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Papua, Izharul Haq mengatakan, pada tahun anggaran 2026, pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua sebesar Rp6,7 triliun.

Pendapatan pajak ini terdiri atas target pajak dalam negeri sebesar Rp5,73 triliun, target pajak perdagangan internasional sebesar Rp234,54 miliar, dan target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp808,25 miliar.

“Sampai dengan akhir Januari 2026, pendapatan negara di wilayah Papua telah terkumpul sebanyak Rp265,87 miliar atau 3,92 persen dari target. Dari jumlah tersebut, penerimaan pajak dalam negeri mendominasi dengan nilai realisasi Rp187,44 miliar,” kata Kepala Kanwil DJPb Provinsi Papua, Izharul Haq dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).

Ia menyebut, bahwa angka ini didorong oleh realisasi penerimaan PPh Nonmigas, PPN dan PPnBM, dan PBB yang masing-masing mengalami peningkatan year-on-year.

Sementara itu, pajak perdagangan internasional menyumbang Rp30,58 miliar yang sebagian besar merupakan pendapatan dari Bea Masuk atas impor barang dan jasa.

“Kinerja PNBP per 31 Januari 2026 terpantau baik. PNBP telah terkumpul sebanyak 5,92 persen dari target atau Rp47,86 miliar. Capaian ini didorong oleh realisasi PNBP lainnya senilai Rp40,65 miliar dan pendapatan badan layanan umum dengan nilai Rp7,21 miliar,” ujar Izharul seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan.

Lanjutnya, dari angka tersebut, terdapat jenis PNBP kekayaan negara dan lelang yang terealisasi sebesar Rp65,91 juta. PNBP jenis ini berasal dari pengelolaan BMN, pengelolaan piutang negara, dan lelang.

Pagu anggaran sebesar 53,54 triliun rupiah disiapkan untuk belanja negara di wilayah Papua.

Untuk tahun anggaran 2026, kata Izharul ,pemerintah mengalokasikan pagu belanja negara di wilayah Papua sebesar Rp53,54 triliun yang terdiri atas pagu belanja pemerintah pusat sebesar Rp17,24 triliun dan pagu transfer ke daerah sebesar Rp36,30 triliun.

Dikatakannya, hingga 31Januari 2026, pemerintah telah melaksanakan Belanja Negara sebesar Rp4,33 triliun atau 8,09 persen dari pagu. “Nilai realisasi ini mengalami peningkatan year-on-year dibanding Januari 2025 sebanyak 7,60 persen. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pembangunan di Papua dengan percepatan pelaksanaan Belanja Negara pada bulan pertama di tahun 2026,” katanya.

Lebih lanjut Izharul menyampaikan, belanja pemerintah pusat terealisasi Rp528,68 miliar, meningkat 27,99 persen (yoy) dibanding tahun lalu.

Sementara itu, sampai dengan akhir Januari 2026, pemerintah pusat telah menyalurkan transfer ke daerah senilai Rp3,80 triliun ke masing-masing pemerintah daerah di Papua. Angka penyaluran ini mengalami pertumbuhan year-on-year sebesar 5,27 persen.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire