Pengamat: Ketahanan eksternal Indonesia masih kuat, cadangan devisa capai 151,9 miliar dollar AS
Cadangan devisa Indonesia mencapai 151,9 miliar dolar AS pada Februari 2026 dan dinilai cukup kuat menjaga stabilitas rupiah di tengah potensi gejolak global.

Ilustrasi AI
Ilustrasi AI
Pengamat Ekonomi Kerakyatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Hendra Kholid, menilai ketahanan eksternal Indonesia masih relatif kuat. Hal itu tercermin dari posisi cadangan devisa yang mencapai sekitar 151,9 miliar dollar AS per Februari 2026.
Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan sekitar enam bulan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional yang berkisar tiga bulan impor.
“Nah kalau kita lihat dari sisi ketahanan eksternal, Indonesia relatif masih berada pada posisi yang cukup kuat. Cadangan devisa Indonesia per Februari 2026 berada di sekitar 151,9 miliar US Dollar, setara pembiayaan sekitar 6 bulan impor, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” ujar Hendra saat diwawancarai di Radio Elshinta, Rabu (11/3/2026).
Ia menilai posisi cadangan devisa tersebut cukup memadai dan berperan sebagai penyangga untuk menstabilkan nilai tukar rupiah jika terjadi gejolak pasar.
“Nah, itu artinya cukup bagi saya. Tapi cadangan devisa ini penting untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah jika terjadi gejolak pasar. Meskipun kita tidak menginginkannya, namanya perang tentu akan terjadi gejolak pasar, dan cadangan devisa ini diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,” terang Hendra.
Hendra menambahkan pemerintah dan otoritas moneter perlu terus menjaga stabilitas ekonomi dengan memperkuat fundamental makro serta mengantisipasi potensi gejolak global.
Menurut dia, langkah tersebut penting agar perekonomian nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Stefi Anastasia/Mgg/Rama




