Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pengamat: Pemotongan gaji pejabat hemat puluhan miliar, perjalanan dinas bisa triliunan

Pengamat menilai pemotongan gaji pejabat tidak signifikan dibanding potensi efisiensi perjalanan dinas dan pengadaan

Pengamat: Pemotongan gaji pejabat hemat puluhan miliar, perjalanan dinas bisa triliunan
X

Foto: Dokumen pribadi

Pengamat kebijakan anggaran dan demokrasi, Elizabeth Kusrini, merespons wacana Menteri Keuangan Purbaya yang menyebut tengah mengkaji pemotongan gaji pejabat sebagai bagian dari efisiensi anggaran. Menurut Elizabeth, pendekatan tersebut tidak menyentuh akar persoalan fiskal yang lebih besar dan cenderung bersifat simbolik.

"Fokus kita selalu kecil untuk masalah besar," kata Elizabeth saat wawancara di Radio Elshinta, Rabu (8/4/2026).

Elizabeth menjelaskan, pemotongan gaji pejabat hanya menghasilkan penghematan dalam skala puluhan miliar rupiah per tahun-jumlah yang sangat kecil jika dibandingkan total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Pemotongan gaji pejabat itu hanya menghemat puluhan miliar," katanya.

Ia menilai potensi efisiensi yang jauh lebih besar justru berada pada pos belanja perjalanan dinas kementerian dan lembaga, yang mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahunnya.

"Pangkas perjalanan dinas 10 persen saja, itu bisa hemat triliunan," ujar Mantan Direktur Indonesia Budget Center itu.

Selain perjalanan dinas, Elizabeth juga menyoroti sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah yang dinilai menyimpan potensi kebocoran dan inefisiensi signifikan.

"Efisiensi kecil di pengadaan bisa menghasilkan triliunan," kata dia.

Ia menyarankan pemerintah mengoptimalkan sistem digital dan transparansi guna menekan pemborosan secara lebih efektif dalam jangka panjang.

Elizabeth turut menyoroti inkonsistensi narasi antarpejabat dalam menyampaikan kebijakan efisiensi, yang dinilai justru membingungkan publik.

"Kebijakan ini terlihat seperti wacana yang belum matang," ujarnya.

Ia menegaskan, kebijakan fiskal seharusnya tidak berorientasi pada langkah populis, melainkan pada reformasi struktural yang menyeluruh dan berbasis kajian yang jelas.

"Ini berpotensi jadi kebijakan simbolik, bukan solusi fiskal," katanya.

Elizabeth mendorong pemerintah melakukan audit program secara menyeluruh untuk menentukan prioritas anggaran yang tepat dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional.

Ayesha Julia Putri/Rama

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire