PHE kontribusi 65 persen lifting minyak dan 1 juta barel per hari
PHE kelola 27 persen wilayah kerja migas Indonesia; targetkan pengembangan bisnis karbon dan EOR untuk perkuat pasokan domestik di 2026.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE), selaku Subholding Upstream Pertamina, memperkokoh posisinya sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional. Hingga saat ini, PHE mengelola sekitar 27% wilayah kerja di Indonesia dengan kontribusi signifikan sebesar 65% lifting minyak dan 35% lifting gas domestik.
Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE, Edi Karyanto, menyatakan bahwa di tengah volatilitas harga global, penguatan fondasi energi domestik menjadi kunci utama.
“PHE berkomitmen menjaga keberlanjutan produksi migas melalui optimalisasi aset eksisting dan eksplorasi sumber daya baru. Langkah ini krusial untuk memastikan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan,” ujar Edi dalam kegiatan media engagement, di Kota Batu, Jatim, Kamis (9/4/2026).
Sepanjang tahun 2025, PHE mencatatkan performa gemilang dengan total produksi mencapai 1 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD). Angka ini terdiri dari produksi minyak sebesar 557 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas sebesar 2,8 miliar kaki kubik per hari (BCFD).
Untuk mempertahankan tren positif di tahun 2026, PHE menjalankan sejumlah program strategis, mulai dari implementasi Enhanced Oil Recovery (EOR), eksplorasi minyak non-konvensional, hingga evaluasi peluang merger dan akuisisi guna memperkuat portofolio hulu migas.
Selain mengejar target produksi, PHE juga fokus pada transformasi bisnis rendah karbon. Sepanjang 2025, perusahaan berhasil menurunkan emisi sebesar 1,6 juta ton CO2e melalui efisiensi energi dan penurunan flaring.
“Ketahanan energi masa depan juga ditentukan oleh kemampuan beradaptasi. Kami terus mendorong inisiatif dekarbonisasi serta pengembangan teknologi Carbon Capture Storage (CCS/CCUS),” tambah Edi.
PHE tetap konsisten menjalankan operasi berdasarkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan menegaskan komitmen Zero Tolerance on Bribery melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016 guna memastikan seluruh operasional bersih dari praktik penyuapan dan fraud.
Dengan peran sebagai strategic growth engine Pertamina Group, PHE optimistis mampu menjaga kedaulatan energi Indonesia di tengah dinamika tantangan global yang semakin kompleks.
Rama Pamungkas




