Rakernas I AMDATARA fokus perkuat daya saing dan keberlanjutan
Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) perdana dengan tema "Rapatkan Barisan, Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Daya Saing” di Hotel Novotel Jakarta Pulomas, Selasa (3/2/).

Sumber foto: Heru Lianto/elshinta.com.
Sumber foto: Heru Lianto/elshinta.com.
Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) perdana dengan tema "Rapatkan Barisan, Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Daya Saing” di Hotel Novotel Jakarta Pulomas, Selasa (3/2/).
Rakernas ini untuk mengonsolidasikan organisasi sekaligus memperkuat posisi industri air minum dalam kemasan (AMDK) di tengah tantangan regulasi dan isu keberlanjutan.
Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, mengatakan pasca satu setengah bulan organisasi itu beridiri, pihaknya langsung tancap gas membangun komunikasi intensif dengan sejumlah kementerian dan lembaga strategis.
Salah satunya, pihaknya sudah berdialog dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), hingga BPOM.
"Dukungan pemerintah menjadi modal penting bagi kami,” kata Karyanto kepada awak media usai Rakernas.
Selain menguatkan relasi dengan pemerintah pusat, AMDATARA juga memperluas struktur organisasi hingga ke daerah.
Menurut Karyanto, penguatan jaringan daerah menjadi kunci karena mayoritas perusahaan AMDK beroperasi di luar Jakarta.
“Sebagian besar perusahaan AMDK berada di daerah. Karena itu, penguatan jaringan daerah penting agar kolaborasi dengan pemerintah daerah dan layanan kepada anggota bisa berjalan efektif,” ujarnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Heru Lianto, Rabu (4/2).
Sebagai organisasi baru, AMDATARA menetapkan dua prioritas utama: memperkuat strategi komunikasi dan membenahi tata kelola internal.
Penguatan komunikasi dilakukan melalui media sosial dan kolaborasi luring, sementara sekretariat diperkuat untuk menopang operasional organisasi.
Rakernas tersebut juga membahas isu-isu krusial industri, mulai dari harmonisasi regulasi, standar mutu, keamanan pangan, hingga agenda keberlanjutan.
AMDATARA mendorong sinkronisasi kebijakan terkait SNI, perizinan air, sertifikasi halal, serta penerapan extended producer responsibility (EPR).
Industri AMDK sendiri masih menjadi salah satu motor pertumbuhan sektor makanan dan minuman. Pertumbuhan industri ini berada di kisaran 5–8 persen per tahun, dengan kapasitas produksi sekitar 47 miliar liter per tahun.
Lebih dari 700 perusahaan terlibat dalam industri ini, dengan penyerapan tenaga kerja langsung mencapai sekitar 46 ribu orang.
Skala industri tersebut menjadikan sektor AMDK berperan besar dalam penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok, serta pengembangan UMKM yang menimbulkan efek berganda bagi perekonomian.
AMDATARA, yang berdiri pada 2025 dan kini menaungi lebih dari 80 perusahaan dengan lebih dari 150 merek AMDK, memposisikan diri sebagai wadah konsolidasi pelaku industri.
Organisasi ini menargetkan terbentuknya ekosistem usaha yang lebih profesional, inklusif, dan akuntabel.
Rakernas I AMDATARA dihadiri perwakilan pemerintah, akademisi, serta pakar industri.
Hadir antara lain Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut Kementerian Lingkungan Hidup Sayid Muhadhar, serta Kasubdit Operasi dan Pemeliharaan Air Tanah, Air Baku, Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Bhakti, serta sejumlah pakar dari Universitas Indonesia dan IPB.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan upaya membangun sinergi lintas sektor untuk memperkuat industri AMDK nasional.




