Rupiah cenderung konsolidatif seiring sikap "wait and see" pasar
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Jumat, bergerak melemah 8 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.836 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.828 per dolar AS.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Jumat, bergerak melemah 8 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.836 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.828 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva menilai kurs rupiah bergerak cenderung konsolidatif seiring sikap wait and see pasar menanti arah pergerakan dolar AS dan sentimen global.
“Nilai tukar rupiah (bergerak) sangat terbatas dan cenderung konsolidatif. Pasar tampak berada dalam fase wait and see, terutama menanti arah pergerakan dolar AS dan sentimen global,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Pelaku pasar disebut mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) serta rilis data ekonomi AS yang berpotensi mempengaruhi ekspektasi terhadap penurunan atau penahanan suku bunga.
Pergerakan yield US Treasury dan arus modal ke emerging markets dinilai juga menjadi faktor kunci.
Adapun sentimen domestik berasal dari prospek inflasi, stabilitas cadangan devisa, serta langkah kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas dan obligasi.
“Selain itu, perkembangan harga komoditas global dan sentimen terhadap pasar saham domestik turut mempengaruhi aliran dana asing dan arah rupiah dalam jangka pendek,” ungkap Taufan.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.844 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.826 per dolar AS.




