RUPST 2026 OCBC: Aset tumbuh 10% YoY, dividen Rp1,03 triliun dibagikan
OCBC gelar RUPST 2026, aset tumbuh 10% YoY dan bagikan dividen Rp1,03 triliun.

Elshinta/ Irza Farel
Elshinta/ Irza Farel
PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) hari ini telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025 di OCBC Tower, Jakarta.
Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham menyetujui 9 mata acara sebagai berikut:
1. Laporan Tahunan Perseroan, termasuk Laporan Direksi, Pengawasan Dewan Komisaris, dan Pengawasan Dewan Pengawas Syariah untuk Tahun Buku 2025.
2. Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2025 sebesar Rp5,06 triliun sebagai berikut:
- Rp45 per saham atau total sebesar Rp1,03 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai, atau 20,42% dari Laba Bersih;
- Sebesar Rp1 miliar disisihkan untuk cadangan umum.
- Sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan.
3. Pertanggungjawaban Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.
4. Pembelian kembali saham Perseroan (Share Buyback) sebesar 438.000 saham dan pengalihan saham hasil buyback untuk pemberian remunerasi yang bersifat variabel sesuai dengan POJK serta perundang-undangan yang berlaku.
5. Pengkinian Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) Perseroan.
6. Pengambilalihan Saham oleh Perseroan Dalam Rangka Pelaksanaan Sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.
7. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan.
8. Perubahan Pengurus Perseroan beserta Penetapan Remunerasinya, yaitu:
- Pengangkatan kembali Pramukti Surjaudaja, sebagai Presiden Komisaris, Betti S. Alisjahbana dan Nicholas Tan sebagai Komisaris Independen efektif sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang dilaksanakan tahun 2029.
- Pengangkatan kembali Jusuf Halim sebagai Komisaris Independen efektif sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang dilaksanakan tahun 2027.
- Pengangkatan kembali Parwati Surjaudaja sebagai Presiden Direktur, Hartati, The Ka Jit dan Lili S. Budiana sebagai Direktur efektif sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang dilaksanakan tahun 2029.
- Pengangkatan Mohammad Bagus Teguh Perwira sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah efektif sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan tahun 2029.
- Pengunduran diri Jaenal Effendi sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah efektif pada saat ditutupnya Rapat ini.
- Pengangkatan H dan A menjadi anggota Dewan Pengawas Syariah efektif setelah memperoleh persetujuan dari OJK sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang dilaksanakan tahun 2029.
9. Pemberian wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku 2026.
Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC mengatakan, “Sepanjang 2025, OCBC mencatatkan pertumbuhan yang berkualitas dengan fundamental permodalan dan likuiditas yang tetap kuat. Di tengah dinamika global yang menantang, Bank telah menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit yang selektif, pengelolaan risiko yang baik, serta penguatan CASA dan basis nasabah yang berkelanjutan. Kinerja ini mencerminkan OCBC yang berfokus pada pertumbuhan jangka panjang.”
Beliau menambahkan, “Langkah OCBC menjadi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan merupakan salah satu upaya untuk senantiasa memperkuat tata kelola dan manajemen risiko yang terintegrasi. Struktur ini bukan hanya memenuhi ketentuan regulator, tetapi juga memperkuat sinergi bisnis, efisiensi modal, dan daya saing kami dalam melayani kebutuhan nasabah secara lebih holistik.”
OCBC juga memperluas dukungan terhadap pelaku usaha melalui OCBC Merchant, serta mendorong literasi dan kesehatan finansial masyarakat melalui penyelenggaraan Nyala Festival 2025 dan peluncuran Financial Fitness Index 2025 sebagai tolok ukur kondisi finansial masyarakat Indonesia. Di sisi pendanaan, penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I 2025 juga semakin memperkuat struktur pendanaan serta mendukung pertumbuhan kredit yang berkualitas dan berkelanjutan.
(Irza Farel)




