Top
Begin typing your search above and press return to search.

Warga Magelang serbu stand DWP yang sediakan baju layak pakai

Masyarakat menyerbu stand Darma wanita Persatuan (DWP) Kota Magelang Jateng, yang menjual pakaian pantas pakai dengan harga sangat murah di kisaran Rp3 ribu hingga Rp5 ribu. Mereka sangat antusias membeli baju layak pakai itu untuk dipakai di saat lebaran yang sebentar lagi tiba.

Warga Magelang serbu stand DWP yang sediakan baju layak pakai
X

Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Masyarakat menyerbu stand Darma wanita Persatuan (DWP) Kota Magelang Jateng, yang menjual pakaian pantas pakai dengan harga sangat murah di kisaran Rp3 ribu hingga Rp5 ribu. Mereka sangat antusias membeli baju layak pakai itu untuk dipakai di saat lebaran yang sebentar lagi tiba.

"Bajunya masih bagus-bagus, harganya sangat murah, Rp15 ribu dapat lima potong," kata Ani, warga Potrobangsan yang ikut membeli pakaian layak pakai di stand DWP, Rabu (11/3/2026).

DWP membuka stand dalam kegiatan pasar murah yang diadakan Dinas perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan usaha Mikro (DPPKUM) di Alun-alun Kota Magelang. pasar murah diadakan untuk menyambut Idul Fitri 1447 H.

Ketua DWP Kota Magelang Dwijarwanti Larsita mengatakan, DWP membawa lima karung baju layak pakai untuk dijual murah. "Ada sekitar 300 potong dan semuanya ludes dalam tempo yang sangat singkat," katanya.

Masyarakat sangat antusias membeli, karena baju layak pakai ini sebelumnya sudah disortir lebih dahulu. Kemudian di packing dengan baik. Satu pack bisa berisi 3 sampai lima baju dengan harga dari Rp5 ribu hingga Rp15 ribu. Jadi satu lembar baju harganya di kisaran Rp2 ribu hingga Rp5 ribu.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Magelang Jateng, Nanik Yunianti juga mengakui bahwa stand dari DWP terlihat ramai diserbu warga yang hendak membeli baju layak pakai. "Semua stand disini juga ramai, tapi saya lihat dari DWP sudah ramai sejak pagi. Bahkan dalam waktu singkat, baju layak pakai Sudah habis terjual," katanya.

Melihat antusias warga yang membutuhkan baju-baju itu, Nanik berharap agar kedepan masyarakat yang mampu untuk mau menyisihkan baju layak pakai yang sudah tidak digunakan. Kemudian ada komunitas yang mengumpulkan, untuk dijual lagi dengan harga terjangkau.

Penjualan pantas pakai semacam ini menurut Nanik sudah sering digelar, terutama oleh organisasi-organisasi wanita. Ia menyampaikan alasan, pakaian pantas pakai ini tidak diberikan secara gratis, karena ingin memberikan harga diri kepada masyarakat yang membeli.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono yang membuka pasar murah ini menyampaikan, penyelenggaraan Pasar Murah dan Bazar UMKM menjadi salah satu langkah pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

“Menjelang lebaran permintaan bahan kebutuhan pokok masyarakat biasanya meningkat, sehingga berpotensi memengaruhi harga di pasaran. Maka, ini upaya kami menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan agar daya beli masyarakat tetap terjaga," terang Damar seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Kamis (12/3).

Damar berharap kegiatan semacam ini bisa diadakan dua atau tiga kali dalam setahun, dengan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang, Syaifullah, menambahkan kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang.

Selain pasar murah yang berlangsung pukul 09.00–18.00 WIB, juga digelar Bazar UMKM pada pukul 15.00–22.00 WIB.

"Berbagai produk ditawarkan kepada masyarakat, mulai dari sembako murah, pakaian dan produk konveksi, hingga berbagai komoditas kebutuhan rumah tangga dengan harga promo." ujarnya.

Pasar Murah diikuti berbagai pihak, diantaranya organisasi wanita seperti Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita, IWAPI, GOW, Bhayangkari, dan Restuwati.

Selain itu juga melibatkan Dinas Pertanian dan Pangan dengan program Gerakan Pangan Murah, BUMD, Bulog, Kodim 0705, serta IKM Centre Kota Magelang dan sejumlah pelaku usaha/ritel modern.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire