Top
Begin typing your search above and press return to search.

YLKI: Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina jaga pasokan BBM dan LPG

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri oleh PT Pertamina (Persero) merupakan langkah positif untuk menjaga pasokan dan distribusi energi kepada masyarakat selama periode Ramadan hingga Lebaran 2026.

YLKI: Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina jaga pasokan BBM dan LPG
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri oleh PT Pertamina (Persero) merupakan langkah positif untuk menjaga pasokan dan distribusi energi kepada masyarakat selama periode Ramadan hingga Lebaran 2026.

Ketua YLKI Niti Emiliana mengatakan, pengoperasian Satgas tersebut menjadi upaya penting untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat mudik dan arus balik.

“YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh PT Pertamina merupakan langkah yang baik dan positif,” kata Niti di Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, sebagai agenda rutin tahunan, Pertamina telah memiliki pengalaman dan persiapan yang matang dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi masyarakat selama periode tersebut.

Niti meyakini, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Pertamina mampu menjaga stok pasokan BBM dan LPG dengan baik selama masa siaga Ramadan dan Idulfitri.

Niti menambahkan momentum Lebaran, biasanya memicu peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat secara signifikan. Kondisi tersebut secara otomatis meningkatkan konsumsi BBM dan LPG.

“Dalam kondisi ini, penggunaan konsumsi BBM dan LPG tentu meningkat secara signifikan. Karena itu Pertamina juga harus bersiap,” ujarnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Supriyarto Rudatin, Minggu (15/3).

Sebagai bagian dari langkah antisipasi, Pertamina menyiagakan ribuan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) serta agen LPG di berbagai wilayah. Menurut YLKI, langkah tersebut penting untuk menjaga kelancaran distribusi energi selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Niti mengatakan, sebagian besar SPBU dan agen LPG juga disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam guna memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh pasokan energi.

“Dari sisi perlindungan konsumen, langkah Pertamina ini menjadi bentuk antisipasi untuk memastikan keandalan, kecukupan pasokan, stabilitas, dan distribusi energi,” ujarnya.

Meski demikian, YLKI juga memberikan sejumlah catatan kepada Pertamina. Pertama, perusahaan diminta memastikan distribusi energi merata, khususnya di jalur-jalur mudik. Kedua, pengawasan terhadap kualitas dan ketepatan takaran BBM harus tetap dijaga. Ketiga, Pertamina diharapkan responsif terhadap aduan atau keluhan konsumen.

Selain itu, Niti juga berharap pemerintah bersama Pertamina dapat terus menjaga ketahanan energi nasional secara berkelanjutan, tidak hanya pada momentum Lebaran.

“Dalam situasi geopolitik global seperti sekarang, ketahanan energi harus dijaga secara konsisten, bukan hanya saat momentum Lebaran,” ucapnya.

YLKI juga menilai positif keberadaan layanan pendukung Serambi MyPertamina di sejumlah SPBU. Fasilitas tersebut disediakan di berbagai titik strategis untuk membantu pemudik beristirahat selama perjalanan.

Tercatat terdapat 43 titik Serambi MyPertamina yang tersebar di rest area tol maupun non-tol, serta di sejumlah simpul transportasi seperti bandara, pelabuhan, dan stasiun kereta api.

Di lokasi tersebut, pemudik dapat memanfaatkan berbagai fasilitas seperti musala, mini klinik, area bermain anak, kursi pijat, hingga makanan dan minuman gratis.

“Serambi MyPertamina menjadi penawaran layanan tambahan yang cukup istimewa bagi konsumen. Pemudik bisa memanfaatkan fasilitas seperti cek kesehatan, kursi pijat, dan lainnya,” kata Niti.

Sebelumnya, Pertamina secara resmi mengoperasikan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 yang bertugas sejak 9 Maret hingga 1 April 2026 di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam periode tersebut, Pertamina menyiagakan berbagai sarana distribusi energi, antara lain 7.885 SPBU, 6.777 Pertashop, 6.662 agen LPG, 757 stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE), serta 223 agen minyak tanah.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan 96 unit layanan modular BBM, 62 kiosk Pertamina, 200 unit motoris BBM, 2.701 outlet Pertamina Delivery Service (PDS) Bright Gas, serta 200 mobil tangki siaga.

Untuk mendukung kenyamanan pemudik, Pertamina juga menyiapkan 41 unit Serambi MyPertamina di sejumlah titik strategis selama periode mudik Lebaran 2026.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire