First Aid dan Mangrove, dua pilar pembinaan Kodam Jaya untuk generasi muda
Komando Daerah Militer Jayakarta atau Kodam Jaya kembali melanjutkan pembinaan generasi muda melalui First Aid Squad Volume 2, bagian dari Program Jaga Warga yang diinisiasi Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi.

Sumber foto: Heru Lianto/elshinta.com.
Sumber foto: Heru Lianto/elshinta.com.
Komando Daerah Militer Jayakarta atau Kodam Jaya kembali melanjutkan pembinaan generasi muda melalui First Aid Squad Volume 2, bagian dari Program Jaga Warga yang diinisiasi Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Kegiatan lanjutan ini dirancang lebih fokus dan aplikatif, bertujuan memperkuat kemampuan dasar pertolongan pertama sekaligus membangun kesadaran lingkungan pada pelajar.
“Kegiatan ini kami rancang untuk membentuk generasi muda yang sigap dan peduli. Mereka harus punya kemampuan dasar pertolongan pertama sekaligus kesadaran menjaga lingkungan,” ujar Pangdam Jaya, Jumat (28/11).
Sebanyak 40 pelajar dari SMA, SMK, Madrasah Aliyah Swasta dan Negeri di Jakarta mengikuti pelatihan tersebut.
Jumlah peserta ditingkatkan secara terukur agar proses belajar tetap interaktif dan setiap siswa mendapatkan pendampingan optimal.
Adapun pelatihan dipandu tenaga kesehatan bersertifikasi dari Kesdam Jaya serta RS Tingkat II Moh. Ridwan Meuraksa.
Materi pelatihan mencakup penilaian awal korban, teknik pertolongan pertama, hingga cara menjaga ketenangan ketika menghadapi situasi darurat, sehungga nantinya para peserta dapat menerapkannya dalam kondisi nyata.
Sementara di hari yang sama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove di kawasan pesisir Cilincing–Marunda, Jakarta Utara, dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia.
Penanaman dipimpin langsung Pangdam Jaya dan didampingi Kelompok Tani Rumah Mangrove Marunda yang selama ini aktif menjaga ekosistem pesisir.
"Mangrove bukan hanya pohon. Ini benteng alami yang melindungi pesisir, menyerap karbon, dan menjadi habitat biota laut, " ujar Pangdam Jaya mengingatkan kepada para peserta seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Heru Lianto, Minggu (30/11).
Karenanya, kata Pangdam Jaya, edukasi kepada pelajar sangat penting agar mereka memahami nilai ekologisnya,” kata Pangdam Jaya.
Lebih lanjut Pangdam Jaya mengatakan Indonesia merupakan negara dengan hutan mangrove terluas di dunia, namun sekitar 20–25 persen kawasan tersebut mengalami kerusakan akibat abrasi, perubahan tata ruang pesisir, dan tekanan lingkungan.
Oleh karena itu, para pelajar diperkenalkan pada jenis-jenis mangrove, teknik penanaman yang benar, serta manfaat ekologis dari setiap pohon yang mereka tanam.
Melalui pelatihan pertolongan pertama dan edukasi lingkungan ini, Kodam Jaya menegaskan komitmennya membangun generasi yang sigap menghadapi keadaan darurat dan peduli terhadap kelestarian alam.
“Kami berharap para pelajar tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya mampu menolong sesama, tetapi juga menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama,” ujar Pangdam Jaya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat “Kita Saling Jaga” yang terus dikedepankan Kodam Jaya dalam pembinaan generasi muda. | Heru Lianto




