Kapolri minta jajaran beri pelayanan terbaik selama masa arus balik
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa arus balik Lebaran 2026.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa arus balik Lebaran 2026.
Dikutip dari keterangan resmi, Sigit di Command Center ITDC, Nusa Dua, Bali, Selasa, menyebut bahwa puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada hari ini.
Meski begitu, diperkirakan akan terjadi penyebaran jumlah pemudik hingga Jumat (27/3) seiring dengan penerapan kebijakan work from anywhere (WFA).
Secara khusus, ia menyebut sejumlah daerah-daerah wisata seperti Bali, Yogyakarta, Pangandaran, Cianjur, dan Puncak, Bogor, juga mengalami peningkatan wisatawan selama periode libur Lebaran.
Oleh karena itu, ia meminta petugas di lapangan untuk mempersiapkan langkah-langkah pengamanan dan pelayanan arus balik Lebaran, mulai dari skema rekayasa lalu lintas hingga penyeberangan laut.
Terlebih, jumlah masyarakat yang mudik tercatat melebihi prediksi awal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sehingga jumlah masyarakat yang akan kembali juga akan melebihi prediksi jumlah pemudik.
"Utamanya Ketapang, karena akan terjadi arus balik yang selain mengarah ke Bali untuk bekerja. Namun, di sisi lain juga kemungkinan akan ada tambahan wisatawan yang masih belum selesai," ucapnya.
Ia juga meminta agar tingkat kecelakaan lalu lintas dan fatalitas yang berhasil ditekan selama arus mudik, dapat kembali terjaga hingga Operasi Ketupat selesai dilaksanakan.
"Tentunya ini menjadi penekanan kita agar sampai dengan rangkaian arus balik selesai ini, angka-angka tersebut bisa dipertahankan,” ujarnya.
Lebih lanjut, pemimpin Korps Bhayangkara itu meminta seluruh jajaran untuk memitigasi potensi cuaca buruk selama arus balik Lebaran, khususnya untuk wilayah Timur dan titik-titik penyeberangan yang rentan terganggu cuaca buruk.
"Sehingga kemudian rekayasa dan pengaturannya juga bisa menjadi lebih baik di kondisi yang tentunya terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan karena cuaca ekstrem," katanya.




