Komisi I DPR jadwalkan Raker dengan Menhan bahas gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (6/4/2026)
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (6/4/2026)
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menyatakan pihaknya tengah menjadwalkan rapat kerja dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk membahas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.
Rapat tersebut diharapkan mampu mengungkap fakta secara utuh terkait insiden yang terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Utut saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Utut menjelaskan, penjadwalan rapat masih menunggu ketersediaan waktu Menteri Pertahanan yang memiliki agenda padat.
“Nah kita sedang jadwalin, nih, sebab beliau kan juga bukannya nggak mau, kadang beliau kan juga jadwalnya udah sebulan di muka jadi kita lihat, yang penting rapat itu benar-benar apa adanya dan bisa mengungkap fakta dan kita ngambil kebijakan nggak keliru,” ujar Utut.
Ia menegaskan, pembahasan dalam rapat nantinya tidak hanya berfokus pada isu geopolitik semata, tetapi juga mencakup aspek lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Bukan lah, bukan hanya geopolitik,” kata politisi yang dikenal juga sebagai legenda olah raga catur ini.
Lebih lanjut, Utut menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian tersebut, sekaligus berharap kejadian serupa tidak terulang.
“Ya itu yang prajurit yang gugur, kita semua kan berduka. Mudah-mudahan gak ada lagi yang gugur. Dan terus juga soal mudah-mudahan bagaimana sikap kita jangan sampai terulang lagi kasus penyiraman. Terus, itu kira-kira agendanya kira-kira itu.” ujar Utut
Utut menambahkan, Komisi I DPR RI tidak dapat memaksakan jadwal rapat dan tetap menunggu kesiapan dari Menteri Pertahanan.
“Tapi kita kan juga nggak bisa memaksa, kita kan harus nunggu kesediaan beliau. Kesediaan waktu lah, kalau orangnya pasti bersedia.” Pungkasnya.
Diketahui, Presiden Prabowo melepas jenazah tiga prajurit yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Adapun ketiga prajurit yang gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon, Sabtu (4/4/2026).
Arie Dwi Prasetyo/ter




