Polres Gianyar Bali tingkatkan layanan pemenuhan gizi anak sekolah pada 2026
Kapolres Gianyar, Bali, AKBP Chandra Citra Kesuma menegaskam bahwa secara keseluruhan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Gianyar, Provinsi Bali, terpantau kondusif sepanjang 2025.

Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.
Kapolres Gianyar, Bali, AKBP Chandra Citra Kesuma menegaskam bahwa secara keseluruhan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Gianyar, Provinsi Bali, terpantau kondusif sepanjang 2025.
Namun ia mengakui bahwa kasus kejahatan berupa gangguan kamtibmas yang terjadi di wilayah hukum Polres Gianyar sepanjang 2025 cenderung mengalami penigakatan dalam hal jumlah kejadian dibandingkan periode 2024.
“Total gangguan Kamtibmas pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.775 kejadian. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 4,9 persen atau bertambah 83 kejadian dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1.692 kejadian,” kata Kapolres Gianyar, AKBP Chandra Citra Kesuma, Senin (5/1).
Ia menambahkam bahwa secara angka kejahatan (Crime Total) yang terjadi di wilayah hukum Polres Gianyar cenderung mengalami peningkatan sekitar 15 persen.
“Sebagai perbandingan, sepanjang 2024 jumlah kejahatan tercatat 322 kasus. Sementara paa 2025 mencapai 371 kasus,” tegasnya.
Menurutnya, bahwa kinerja Polres Gianyar beserta jajaran khususnya dalam penyelesaian perkara (Crime Clearance) justru menunjukkan tren positif yang signifikan.
Sementara itu menurut Kapolres Gianyar, jika dilihat berdasarkam tingkat penyelesaian perkara mengalami kenaikan sebesar 23 persen.
“Sedangkan dari 263 kasus yang diselesaikan pada 2024, meningkat menjadi 339 kasus pada tahun 2025,” tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Senin (5/1).
Sementara itu, Polres Gianyar menangani berbagai kasus yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA), seperti kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) oleh WNA Iran, kasus KDRT oleh WNA Korea dan Italia.
Kemudian Polres Gianyar juga berhasil membongkar jaringan pencurian internasional di wilayah Ubud yang diduga melibatkan 10 orang pelaku atau tersangka.
Sementara itu kasus narkoba di wikayah hukum Polres Gianyar secara kuantitas jumlahnya cenderung mengalami penurunan dari 54 kasus pada 2024 menjadi 35 kasus pada 2025 meskipun jumlah barang bukti kasus narkoba cenderung mengalami peningkatan.
Menurutnya, dalam kasus narkoba jumlah laporannya turun 35 persen, namun secara kualitas tangkapannya jauh lebih besar.
Ia menegaskan bahwa barang bukti narkotika jenis sabu meningkat dari 116,99 gram pada 2024 menjadi 933,35 gram pada 2025.
Sementara itu angka kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan sebesar 1 persen, dari 1.163 kasus kejadian pada 2024 menjadi 1.177 kejadian pada 2025.
“Korban kecelakaan yang meninggal dunia menurun dari sebelumnya sebanyak 43 orang pada 2024 menjadi 41 orang pada 2025,” tegasnya.
Sedangkan dalam hal kejadian bencana alam yang terjadi di wilayah hukum Polres Gianyar sepanjang 2025 justru cenderung mengalami kenaikan mencapai 233 persen jika dibandingkan 2024.
“Dari total 30 kejadian bencana alam pada 2025 didominasi oleh tanah longsor sebanyak 14 kejadian, disusul banjir dan angin puting beliun,” lanjutnya.
Dalam kesempatan ini, Kapolres Gianyar juga memaparkan capaian program unggulan yang mendukung kebijakan pemerintah pusat, salah satunya adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Polres Gianyar juga telah menjalankan program SPPG di Polsek Tampaksiring yang melayani 1.037 siswa.
Selain itu Polres Gianyar juga telah melakukan groundbreaking untuk pembangunan SPPG kedua yang berada di Banjar Padangsigi, Desa Sanding, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar Bali seluas 800 meter persegi.
“SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang baru ditargetkan selesai pada Maret 2026 untuk melayani 3.035 murid (siswa sekolah),” pungkasnya.




