TNI AU siap jaga 11 lapangan terbang di Papua
Komandan Pangkalan Udara TNI AU Silas Papare, Marsekal Pertama TNI Mokhamad Mukhson, mengatakan, "Kami siap mengamankan lapangan terbang yang sebelumnya ditutup setelah kasus penembakan terhadap pesawat Smart Air dan crewnya hingga menewaskan pilot dan co pilot di Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan."

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Komandan Pangkalan Udara TNI AU Silas Papare, Marsekal Pertama TNI Mokhamad Mukhson, mengatakan, "Kami siap mengamankan lapangan terbang yang sebelumnya ditutup setelah kasus penembakan terhadap pesawat Smart Air dan crewnya hingga menewaskan pilot dan co pilot di Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan."
Hal itu dia katakan kepada Antara, Senin (23/2) di Jayapura.
Ia mengatakan, mereka juga merekomendasikan 11 lapangan terbang di Papua dioperasikan lagi, dan mereka juga memberikan jaminan keamanan.
TNI AU melalui Satgas Kopasgat siap menjaga operasionalisasi penerbangan di 11 lapangan terbang yang sementara ini ditutup.
"Mudah-mudahan dengan ada rekomendasi dan jaminan keamanan maka operasional lapter dapat kembali normal sehingga masyarakat terlayani," kata dia.
Kementerian Perhubungan menutup 11 lapangan terbang di Tanah Papua karena rawan gangguan keamanan yaitu Satuan Pelayanan Korowai Batu, Bandara Bomakia, Satpel Yaniruma, Satpel Manggelum, Lapter Kapiraya, Lapter Iwur, Lapter Fawi, Lapter Dagai, Lapter Aboy, Lapter Teraplu dan Lapter Beoga.
Gerombolan bersenjata pimpinan Elkius Kobak menyerang dengan menembaki pesawat milik Smart Air dengan nomor penerbangan PK-SNR saat mendarat di Lapangan Terbang Karowai Rabu (12/2) saat hendak terbang ke Dekai.
Akibat penyerangan itu Pilot Kapten Enggo dan Kapten Baskoro meninggal setelah ditembak gerombolan bersenjata itu.




