Top
Begin typing your search above and press return to search.

Jadi saksi, mantan Dirut Pertamina Nicke Widyawati beberkan capaian keuangan PIS

Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, mengungkapkan PT Pertamina International Shipping (PIS) mencatat lonjakan keuntungan hingga empat kali lipat selama dipimpin Yoki Firnandi. Laba PIS meningkat dari sekitar Rp2 triliun menjadi kurang lebih Rp9 triliun.

Jadi saksi, mantan Dirut Pertamina Nicke Widyawati beberkan capaian keuangan PIS
X

Sumber foto: Supriyarto Rudatin/elshinta.com.

Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, mengungkapkan PT Pertamina International Shipping (PIS) mencatat lonjakan keuntungan hingga empat kali lipat selama dipimpin Yoki Firnandi. Laba PIS meningkat dari sekitar Rp2 triliun menjadi kurang lebih Rp9 triliun.

Keterangan tersebut disampaikan Nicke saat dihadirkan sebagai saksi dengan terdakwa Yoki Firnandi, mantan Direktur Utama PIS, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Di hadapan Majelis Hakim, Advocat Yoki Firnandi, Wimboyono Senoadji, menyinggung kinerja keuangan Pertamina yang mencatat pendapatan hingga Rp70 triliun pada tahun 2024. Menurut Wimboyono, capaian tersebut dinilai bertolak belakang dengan dakwaan jaksa yang menyebut kliennya merugikan negara sebesar USD 2,4 miliar atau sekitar Rp40,6 triliun dengan asumsi kurs Rp16.950 per dolar Amerika Serikat.

Wimboyono kemudian meminta pandangan Nicke terkait kinerja Yoki Firnandi selama menjabat sebagai Direktur Utama PIS, yang merupakan anak usaha Pertamina.

“Pertamina memperoleh pendapatan terbesar pada 2024 hingga Rp70 triliun. Hal ini bertolak belakang dengan dakwaan yang menyebut adanya kerugian negara akibat dampak operasional dan bisnis Pertamina pada 2018–2023, termasuk area tanggung jawab klien kami selaku Direktur Utama PIS. Seperti apa kinerja PIS di bawah kepemimpinan Pak Yoki?” ujar Wimboyono menanyakan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Nicke menjelaskan pembentukan subholding di lingkungan Pertamina bertujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui optimalisasi portofolio bisnis agar lebih fokus dan lincah.

Nicke menegaskan, Pertamina tidak diperkenankan mencari keuntungan besar dari pelaksanaan program public service obligation (PSO) yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

“Jangan mencari keuntungan dari public service obligation karena ini untuk masyarakat. Oleh karena itu, subholding sesuai arahan pemegang saham diberikan tantangan tersendiri,” katanya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Supriyarto Rudatin, Kamis (22/1).

Nicke menjelaskan, selama ini PIS banyak melayani rute domestik yang sebagian besar berkaitan dengan PSO. Dalam konteks tersebut, PIS tidak diperbolehkan menetapkan tarif tinggi untuk pengangkutan energi.

Meski demikian, Nicke menekankan PIS tetap dituntut untuk berkembang. Salah satu strategi yang dijalankan adalah mendorong PIS masuk ke pasar internasional, sejalan dengan program Kementerian BUMN.

“PIS harus berkembang. Salah satu program dari Kementerian BUMN adalah mendorong PIS masuk ke pasar internasional. Targetnya, PIS harus melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO,” ucap Nicke.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire