Menkomdigi menyatakan akses aplikasi Grok sementara diputus

Menkomdigi Meuty Hafid di Jakarta
Menkomdigi Meuty Hafid di Jakarta
Demi melindungi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan artifisial, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok.
Demikian disampaikan Meutya Hafid Menteri Komunikasi dan Digital, di Jakarta, seperti dikutip Radio Elshinta, Sabtu (10/1/2026).
“Pemerintah memandang praktik deepfake seksual nonkonsensual sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat, serta keamanan warga negara di ruang digital,” papar Menkomdigi.
Lebih lanjut, disampaikan Meutya, Kementrian Komunikasi dan Digital juga juga telah meminta Platform X untuk segera hadir guna memberikan klarifikasi terkait dampak negatif penggunaan Grok.
Diketahui, dasar hukum tindakan pemutusan akses dilakukan berdasarkan kewenangan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat, khususnya Pasal 9, yang mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) memastikan sistem elektronik yang dikelolanya tidak memuat, memfasilitasi, atau menyebarluaskan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang dilarang. (Ter)




