Viral, bayi ditinggal di gerobak nasi uduk kini dirawat di Panti Sosial

Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Balita (PSAA) Tunas Bangsa, Rida Mufrida
Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Balita (PSAA) Tunas Bangsa, Rida Mufrida
Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Balita (PSAA) Tunas Bangsa, Rida Mufrida, memastikan kondisi bayi perempuan bernisial AR yang ditemukan warga di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu dalam keadaan sehat.
“Alhamdulillah.., pada saat datang ke Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa, kondisi bayi Amira dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Rida kepada Elshinta di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Rida menjelaskan, pascamenerima AR, pihaknya langsung memberikan perawatan intensif untuk menjaga kondisi kesehatan bayi tersebut. Salah satunya dengan memberikan susu khusus secara berkala.
“Kami memberikan susu satu jam sekali (kepada AR). Susunya itu pun khusus, yaitu susu Infantrini, supaya peningkatan kesehatan AR bisa lebih baik lagi,” katanya.
Rida menambahkan, pemeriksaan kesehatan AR juga dilakukan dengan bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Cipayung guna memastikan kondisi AR terus terpantau.
“Kalau untuk secara medis, memang panti kami bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Cipayung dalam hal pemeriksaan kesehatan anak-anak, termasuk AR," ujarnya.
AR merupakan bayi yang baru lahir rentan mengalami kondisi kuning. Karenanya, kata Rida, pemberian susu kepada AR dilakukan secara rutin untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya.
“Untuk mencegah atau meningkatkan imun tubuhnya AR, kami memberikan susu setiap satu jam sekali. Walaupun dia lagi tidur, akan dibangunkan untuk diberikan susu,” jelasnya.
Selain pemberian susu secara rutin, pihak panti juga berencana membawa AR ke Puskesmas Kecamatan Cipayung untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.
“Rencananya hari ini akan dibawa ke Puskesmas Cipayung untuk diperiksa kesehatannya lebih lanjut,” katanya.
Di PSAA Tunas Bangsa, AR ditempatkan di ruangan khusus yang terpisah dari anak-anak dengan kelompok usia lainnya.
“Kalau untuk di panti ini, untuk AR ruangannya dipisahkan. Dengan anak-anak usia 2 sampai 4 tahun dan 5 sampai 7 tahun juga terpisah. Laki-laki dan perempuan pun dipisahkan,” ujar Rida.
Diketahui, bayi perempuan bernama AR ditemukan warga dalam kondisi hidup di dalam sebuah tas belanja yang diletakkan di gerobak nasi uduk di depan rumah warga di Jalan Pejaten Raya RT 01/02, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3) sekitar pukul 17.30 WIB.
Di dalam tas tersebut, warga menemukan sepucuk surat yang diduga ditulis oleh kakaknya, Z (12). Dalam surat itu, ia meminta tolong kepada siapa pun yang menemukan bayinya agar bersedia merawat sang adik.
“Assalamualaikum Ibu/Bapak yang menemukan adik saya. Saya Z ingin minta tolong untuk merawat adik saya karena ibu saya meninggal saat melahirkan,” tulis Z dalam surat tersebut.
Sementara Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela belum memberikan respon terkait kasus pembuangan bayi yang terjadi di wilayah hukumnya.
"Lagi di polda bro," ujarnya saat dikonfirmasi Elshinta via WhatsApp.
Heru Lianto/Ter




