Blue Ocean Akademi Maritim Suaka Bahari Cirebon bentuk taruna tangguh dan peduli
Blue Ocean Akademi Maritim Suaka Bahari Cirebon menegaskan komitmennya dalam mencetak taruna yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental, kuat secara fisik, serta memiliki kepedulian sosial tinggi melalui kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Search and Rescue (SAR).

Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.
Blue Ocean Akademi Maritim Suaka Bahari Cirebon menegaskan komitmennya dalam mencetak taruna yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental, kuat secara fisik, serta memiliki kepedulian sosial tinggi melalui kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Search and Rescue (SAR). Kegiatan ini digelar di Bukit Lambosir, kawasan kaki Gunung Ciremai, yang memiliki karakter alam ekstrem dan menantang, sebagai medan pembentukan karakter taruna di alam terbuka.
Diklat SAR dirancang sebagai proses pembinaan karakter dan kepemimpinan. Alam dijadikan ruang belajar utama untuk membentuk taruna yang siap menghadapi tekanan, mampu bekerja dalam tim, serta memiliki keteguhan sikap dalam mengambil keputusan cepat dan tepat pada situasi darurat.
Ketua Pelaksana Diklat SAR, Yogi Kevin Maulana, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan pondasi penting dalam membentuk taruna yang siap mengabdi.
“Taruna Blue Ocean harus siap di kondisi apa pun. Diklat SAR ini bukan sekadar latihan, tetapi pembentukan mental pejuang, disiplin, dan kepedulian. Di lapangan, mereka ditempa untuk kuat, sigap, dan bertanggung jawab, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk keselamatan orang lain,” tegasnya.
Selama diklat berlangsung, taruna dibekali materi dasar SAR, teknik pencarian dan pertolongan, evakuasi korban, manajemen tim, hingga simulasi penanganan kondisi darurat. Setiap sesi menuntut ketahanan fisik, kepemimpinan, serta solidaritas yang kuat antartaruna.
Seksi Kurikulum Diklat SAR, Adi Syahaludin, menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis alam menjadi kekuatan utama dalam pendidikan karakter taruna.
“Medan alam Bukit Lambosir adalah guru terbaik. Di sinilah taruna belajar tentang batas kemampuan diri, arti kebersamaan, dan pentingnya ketenangan dalam mengambil keputusan. Ini adalah proses mencetak taruna yang siap terjun ke dunia nyata,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Senin (26/1).
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, Diklat SAR ini juga menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian lingkungan. Taruna didorong untuk memiliki kesadaran tinggi terhadap mitigasi bencana serta peran strategis generasi muda dalam membantu masyarakat di wilayah rawan bencana.
Melalui Diklat SAR di Bukit Lambosir, Blue Ocean Akademi Maritim Suaka Bahari Cirebon menegaskan visinya untuk melahirkan sumber daya manusia maritim yang berkarakter kuat, berjiwa sosial, dan siap berada di garis depan pengabdian. Taruna diharapkan menjadi pribadi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap hadir dan bertindak ketika masyarakat membutuhkan.




