Dukung ketahanan pangan, SWI-Pemkab Boyolali tanam pohon buah
Dalam upaya membantu pemerintah mendukung ketahanan pangan Nasional, potensi desa wisata di kawasan lereng Gunung Merbabu terus dilakukan dan dikembangkan. Salah satunya di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Boyolali ,Jawa Tengah.

Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.
Dalam upaya membantu pemerintah mendukung ketahanan pangan Nasional, potensi desa wisata di kawasan lereng Gunung Merbabu terus dilakukan dan dikembangkan. Salah satunya di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Boyolali ,Jawa Tengah.
Organisasi Siber Wartawan Indonesia (SWI) bersama Pemerintah Desa Banyuanyar dan dinas terkait Kabupaten Boyolali, menggelar kegiatan penanaman bibit bunga matahari serta berbagai tanaman buah-buahan, sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan peningkatan daya tarik wisata.
Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, relawan serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti proses penanaman di desa wisata tersebut. Selain mempercantik kawasan, penanaman bunga matahari diharapkan menjadi ikon baru yang mampu menarik minat wisatawan untuk datang ke Desa Banyuanyar.
Kepala Desa Banyuanyar, Komarudin mengapresiasi kegiatan yang dilakukan SWI dan membawa keberkahan warga Banyuanyar dan Boyolali umumnya. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mengimplementasikan desa wisata.
“Saya sangat terimakasih dan semoga kegiatan ini dapat membawa berkah warga kami di Banyuanyar dan juga Boyolali. Prinsip kegiatan dari Sekber Wartawan Indonesia, kami warga Banyuanyar sangat responsif, bangga karena desa kami menjadi salah satu Agenda Nasional. Semoga membawa berkah bagi warga Boyolali umumnya," kata Komarudin, Jumat (6/2/2026).
Kadispertan Boyolali, Suyanta mengatakan, kegiatan ini selaras dengan selogan Boyolali menuju kota kopi.
“Boyolali adalah pro investasi dan kegiatan ini selaras dengan selogan Boyolali menuju kota kopi,” jelasnya.
Sementara itu, ketua panitia Supiya Nasir menyampaikan, bahwa kegiatan ini adalah kick off bagian pararel dan kembali kedaulatan pangan.
“Ini adalah permulaan dan kami tidak hanya sebatas seremonial. Kita kembali kedaulatan pangan Indonesia,” sebutnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Jumat (6/2).
Menurutnya, selama ini sektor pertanian sebagai anak tiri yang tidak diunggulkan. Sementara untuk memiliki daya unggul dalam sektor pertanian seharusnya memiliki daya hulu maupun peluang yang dapat memiliki magnet.
“Apabila memiliki magnet generasi muda kita tidak harus keluar kota dan lainnya. Cukup mengoptimalkan lahan lahan disekitar mereka,” kata Supita Nasir.
Ia mengatakan, bahwa saat ini ada beberapa kendala pertanian, yakni permodalan, pendampingan dan opteker.
“Kalau dari sisi tiga komponen itu bisa kita selesaikan tentunya akan menjadi pemasukan. Harapanya warga tersebut tidak usah pergi kemana mana cukup di desa,” pungkasnya.




