Pemprov DKI operasikan RDF Rorotan pascalongsor TPST Bantargebang
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengoperasikan fasilitas pengolahan sampah RDF Plant Rorotan untuk membantu mengolah sampah Jakarta sekaligus menjaga stabilitas sistem pengelolaan sampah pascalongsor di TPST Bantargebang.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengoperasikan fasilitas pengolahan sampah RDF Plant Rorotan untuk membantu mengolah sampah Jakarta sekaligus menjaga stabilitas sistem pengelolaan sampah pascalongsor di TPST Bantargebang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Selasa, mengatakan langkah tersebut bertujuan memastikan layanan pengelolaan sampah tetap berjalan optimal meskipun sebagian zona di TPST Bantargebang masih dalam proses penataan pascalongsor.
RDF Rorotan tersebut mulai dioperasikan pada Selasa dengan kapasitas awal sekitar 300 ton per hari, dan akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 750 ton per hari dalam pekan ini.
“Kemudian akan ditingkatkan 1.000 ton per hari,” ujar Asep.
Dia mengatakan saat ini, pelayanan pembuangan sampah di TPST Bantargebang tetap berlangsung melalui Zona 1, Zona 2, dan Zona 5 dengan kapasitas sekitar 4.000 ton per hari.
Sementara itu, Zona 4 Besar masih dalam proses perapihan pascalongsor. Setelah proses penataan selesai, zona ini akan kembali dioperasikan dengan tambahan kapasitas sekitar 1.500 ton per hari.
Selain RDF Plant Rorotan, pengolahan sampah juga dilakukan di RDF Plant Bantargebang dengan kapasitas sekitar 800 ton per hari serta di fasilitas PLTSa Merah Putih dengan kapasitas sekitar 100 ton per hari.
Melalui skema tersebut, total sampah yang dapat tertangani hingga akhir pekan ini diperkirakan mencapai sekitar 6.700 hingga 7.150 ton per hari.
“Dengan berbagai langkah penanganan yang sedang dilakukan, kami berharap operasional pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam waktu satu pekan ini,” kata Asep.




