Percepat normalisasi sungai, BWS V Sumatera turunkan puluhan alat berat
Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumatera menurunkan 41 alat berat excavator untuk percepatan penanganan normalisasi sungai terdampak bencana Sumatera disejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar).

Sumber foto: Musthofa/elshinta.com.
Sumber foto: Musthofa/elshinta.com.
Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumatera menurunkan 41 alat berat excavator untuk percepatan penanganan normalisasi sungai terdampak bencana Sumatera disejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar).
Kepala BWS V Sumatera, Naryo Widodo mengatakan, alat berat yang tengah beroperasi di lapangan butuh tambahan dari 50 total excavator yang dibutuhkan. Meski demikian, progres pekerjaan berjalan maksimal.
"Berdasar hasil identifikasi lokasi, sungai yang tertangani terdapat 22 sungai dari 43 sungai terdampak banjir bandang di sejumlah daerah di Sumbar," kata Naryo Widodo seperti yang dilaporkan Kontributor Elshinta, Musthofa, Selasa (13/1).
Naryo mengatakan, penanganan dilakukan, dengan kegiatan pembukaan alur sungai dan perkuatan perkuatan tebing sungai yang terancam.
Di Kota Padang, disepanjang aliran Barang Kuranji, percepatan penanganan dilakukan dengan pembukaan alur sungai dan perkuatan perkuatan tebing sungai yang terancam, seperti lokasi Batu Busuk dan Batang Nago, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh.
Kemudian, lokasi Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo dan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah.
Di tiga lokasi ini, alat berat tengah bekerja 19 unit, diantaranya 11 unit di Lokasi Batu Busuk dan Batang Nago. Empat unit di lokasi Tabiang Banda Gadang dan empat unit di lokasi Lubuk Minturun.
Lebih lanjut Naryo Widodo menjelaskan, jalan menuju Kampung Batu Busuk yang sempat putus total sepanjang 200 meter sudah bisa dilalui kendaraan.
Jalan batu busuk putus total saat banjir bandang susulan 1 Januari 2026. Jalan ini merupakan akses vital masyarakat menuju kampung Batu Busuk.




