Perkuat pengelolaan sampah dari hulu, Pemkot Magelang serahkan bantuan sarpras
Pemerintah Kota Magelang menyerahkan bantuan Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamai), Magelang Clean Sheet (Makclinge), dan Aspirasi Dewan berupa sarana dan prasarana pengelolaan sampah, akhir pekan kemarin, di Graha Ageng BPLK Kota Magelang.

Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.
Pemerintah Kota Magelang menyerahkan bantuan Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamai), Magelang Clean Sheet (Makclinge), dan Aspirasi Dewan berupa sarana dan prasarana pengelolaan sampah, akhir pekan kemarin, di Graha Ageng BPLK Kota Magelang.
Bantuan yang diserahkan meliputi gerobak sampah, kendaraan roda tiga (tossa), timbangan, keranjang pemilah sampah, karung, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan bantuan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
“Ini bentuk keseriusan kami untuk terus fokus pada pengelolaan sampah. Sampah diproduksi setiap hari oleh manusia, sehingga perlu kesadaran bersama untuk mengelolanya dengan baik. Tidak ada lagi membuang sampah sembarangan, karena itu sudah menjadi pelanggaran etika, moral, bahkan hukum,” tegasnya.
Damar menjelaskan, pengelolaan sampah di Kota Magelang diarahkan dari hulu hingga hilir, dimulai dari rumah tangga, restoran, dan hotel. Pemilahan sampah sejak sumbernya dinilai efektif menekan jumlah residu di tempat pembuangan akhir.
Saat ini, tingkat pengelolaan sampah di Kota Magelang telah mencapai sekitar 95 persen. Ia optimistis, melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat, angka tersebut dapat terus ditingkatkan hingga mendekati 100 persen.
Upaya tersebut sekaligus mendukung terwujudnya kembali Kota Magelang sebagai Kota Adipura. Menurut Damar, penghargaan hanyalah dampak dari prestasi, sementara tujuan utama adalah menciptakan kota yang bersih, rapi, indah, dan warganya sadar lingkungan.
Terkait pengelolaan jangka panjang, pihaknya tengah menyiapkan konsep pengelolaan sampah modern yang tidak hanya bergantung pada TPSA Banyuurip. Pemerintah daerah menyiapkan lahan alternatif di wilayah Bojong untuk mendukung sistem pengolahan sampah yang lebih terpadu.
"Kita ingin tempat pembuangan akhir yang benar-benar purna. Artinya, sampah sudah selesai diolah dan tidak menyisakan persoalan lingkungan. Ini tentu perlu kajian kelayakan, kesiapan fiskal, dan proses bertahap," jelas Damar seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Senin (12/1).
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, Handini Rahayu, menjelaskan bantuan prasarana persampahan ini ditujukan untuk memperkuat layanan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Pada kegiatan ini diserahkan 142 unit gerobak sampah kepada RW penerima manfaat, 120 unit timbangan untuk pengembangan bank sampah, 1.593 keranjang pemilah, serta 2.575 karung pendukung operasional.
Selain itu, diserahkan pula 16 unit kendaraan roda tiga hasil aspirasi dewan yang digunakan untuk mendukung pengangkutan sampah dan program unggulan Makclinge di sejumlah wilayah.
"Seluruh bantuan tersebut bersumber dari APBD Perubahan Kota Magelang Tahun Anggaran 2025," sebut Handini.
Handini berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh masyarakat guna meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di masing-masing wilayah serta mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.




