Top
Begin typing your search above and press return to search.

Ramadhan jadi spirit HKTI menjaga ekologi dan ketahanan pangan

Keberkahan bulan suci Ramadhan 1447 H, dilakukan aksi kolaborasi nyata bertajuk "Spirit Ramadhan" digelar di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin, Wonorejo, Lumajang Jawa Timur.

Ramadhan jadi spirit HKTI menjaga ekologi dan ketahanan pangan
X

Sumber foto: Efendi Murdiono/elshinta.com.

Keberkahan bulan suci Ramadhan 1447 H, dilakukan aksi kolaborasi nyata bertajuk "Spirit Ramadhan" digelar di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin, Wonorejo, Lumajang Jawa Timur. Kegiatan tersebut menyatukan visi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Kodim 0821, pengusaha muda, dan ulama dalam misi menjaga ekologi, memperkuat ketahanan pangan, dan kepedulian sosial.

Hadir sebagai tokoh utama Ketua DPC HKTI Lumajang, Jamaluddin, bersama Kasdim 0821 Lumajang, Mayor Inf Tanuri, disambut hangat oleh Pengasuh Ponpes Kyai Syarifuddin, KH. Sulahak Syarif, serta tokoh-tokoh kunci daerah lainnya.

Aksi dimulai dengan penanaman bibit pohon hortikultura unggulan seperti Matoa, Kelengkeng, Rambutan, Alpukat, dan bibit Pullen. Tak hanya itu, pohon Tabebuya turut ditanam untuk mempercantik (estetika) lingkungan pesantren. Langkah ini dipandang sebagai upaya membangun kemandirian pangan berbasis komunitas religius.

Momen ini menjadi emosional lantaran Ketua DPC HKTI Lumajang, Jamal, merupakan alumni langsung dari Pesantren tersebut. Ia kembali ke almamaternya dengan membawa pesan bahwa santri memiliki tempat strategis di sektor pertanian nasional.

Ketua DPC HKTI Lumajang, Jamal, menegaskan pentingnya mengubah pola pikir santri terhadap sektor agraris:

"Sebagai alumni, saya ingin membuktikan bahwa pesantren adalah inkubator pemimpin di segala bidang. Penanaman pohon ini adalah investasi jangka panjang. Kami ingin santri memiliki wawasan pertanian praktis yang bernilai ekonomi tinggi, sehingga mereka bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa pasca-lulus nanti." katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, Jumat (6/3).

Apresiasi senada datang dari Kasdim 0821 Lumajang, Mayor Inf Tanuri, yang menyoroti aspek pertahanan lingkungan:

"TNI memandang penghijauan sebagai bagian dari pertahanan non-militer. Pohon yang kita tanam hari ini adalah penyedia oksigen dan pelindung sumber air bagi anak cucu kita. Sinergi antara TNI, HKTI, dan Pesantren adalah potret kekuatan bangsa dalam menjaga kedaulatan lingkungan dan stabilitas sosial, khususnya di wilayah Lumajang."

Puncak refleksi spiritual disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Lumajang, Dr. KH. Muhammad Darwis, M. Pd.I, dalam Tausyiah Ramadhan-nya: "Ramadhan adalah momentum menata niat. Menanam pohon bukan sekadar urusan duniawi, melainkan sedekah jariyah. Pesantren hari ini tidak hanya melahirkan ilmuwan agama, tetapi juga harus mampu melahirkan petani-petani hebat. Ketua HKTI adalah bukti hidup bahwa santri mampu mewarnai kedaulatan pangan bangsa."

Melengkapi dimensi spiritual dan ekologi, acara diisi dengan Santunan kepada Puluhan Anak Yatim sebagai bentuk manifestasi kasih sayang di bulan suci. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan Buka Puasa Bersama yang dihadiri ratusan santriwan dan santriwati.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire