Senator Muhammad Nuh ajak masyarakat jaga kelestarian Danau Toba
Sebagai wujud syukur atas kekayaan alam danau vulkanik terbesar di dunia yakni Danau Toba Sumut tentu kelestarian danau tersebut harus dijaga. Ajakan ini disampaikan anggota DPD RI asal Sumut, KH.Muhammad Nuh dalam aksi penanaman pohon bersama di Lombang Nabagas, Desa Huta Ginjang, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir-Sumut, Senin (16/2/2026)

Sumber foto: Diurnawan/elshinta.com.
Sumber foto: Diurnawan/elshinta.com.
Sebagai wujud syukur atas kekayaan alam danau vulkanik terbesar di dunia yakni Danau Toba Sumut tentu kelestarian danau tersebut harus dijaga. Ajakan ini disampaikan anggota DPD RI asal Sumut, KH.Muhammad Nuh dalam aksi penanaman pohon bersama di Lombang Nabagas, Desa Huta Ginjang, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir-Sumut, Senin (16/2/2026).
Kegiatan tesebut diprakarsai Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Park, menjadi momentum penting dalam mempertahankan predikat internasional Danau Toba.
“Danau Toba adalah karunia Tuhan yang tercipta dari letusan dahsyat 74.000 tahun silam. Sebagai bentuk kesyukuran, mari kita hijaukan kembali kawasan ini. Menanam pohon adalah langkah nyata menjaga warisan dunia ini,” kata M Nuh di sela aksi penanaman.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Nuh yang juga menjabat sebagai Ketua Persis Sumatera Utara, mengenang kembali perjuangan panjang memulihkan citra Geopark Toba.
Muhammad Nuh mengingatkan saat Danau Toba sempat menerima peringatan “lampu kuning” (Yellow Card) dari UNESCO pada evaluasi di Maroko, September 2023 lalu.
Merespons kondisi kritis tersebut, Nuh bergerak cepat menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) di Kantor DPD RI Medan pada Oktober 2023 untuk menyinergikan seluruh pemangku kepentingan.
“Alhamdulillah, kerja keras kolektif itu membuahkan hasil. Pada Konferensi Global Geopark Network di Chile, September 2025, Danau Toba resmi kembali meraih status Green Card. Keberhasilan ini adalah buah sinergi antara pemerintah daerah, pengelola, dan masyarakat,” tambahnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Diurnawan, Rabu (18/2).
Aksi lingkungan ini turut dihadiri tokoh-tokoh penting, di antaranya Ketua Komite II DPD RI Dr. Badikenita Sitepu, General Manager Caldera Toba Geopark Dr. Azizul Kholis, serta aktivis lingkungan kawakan Dr. Wilmar Simanjorang. Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, SE, MM, beserta para pencinta lingkungan juga tampak hadir memberikan dukungan penuh.
Kehadiran para tokoh ini mempertegas komitmen bersama bahwa menjaga kelestarian Kaldera Toba bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab moral seluruh warga Sumatera Utara.
Di akhir pernyataannya, M. Nuh memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan semua pihak yang konsisten menjaga ekosistem Danau Toba agar tetap diakui dunia.




