BAZNAS RI dan Dompet Dhuafa perkuat sinergi pengelolaan zakat nasional

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima kunjungan audiensi dari jajaran pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (8/4).
Pertemuan ini bertujuan memperkuat ekosistem zakat nasional melalui transformasi pengelolaan yang lebih profesional dan terukur.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid M.Sc, menyambut baik kedatangan pengurus Dompet Dhuafa sebagai mitra strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah nasional.
Ia menyebut kolaborasi antara Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan BAZNAS RI memang harus kuat untuk kemaslahatan umat.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran teman-teman Dompet Dhuafa di kantor BAZNAS RI karena selama ini pikiran-pikiran dari LAZ memang sering kali lebih maju. Kita harus terus melanjutkan kolaborasi ini, mulai dari diskusi strategi hingga program agar memberikan dampak yang lebih nyata bagi bangsa Indonesia,” jelas Sodik dalam sambutannya.
Sodik kemudian menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi besar dalam pengelolaan zakat nasional melalui penyelarasan konsep asnaf ke dalam dimensi pembangunan modern.
BAZNAS disebutnya juga akan fokus pada standardisasi ukuran keberhasilan program yang mengacu pada data statistik nasional seperti yang diterapkan oleh BPS. Kolaborasi ini direncanakan akan tertuang dalam peta jalan dan strategi lima tahun ke depan, yang mencakup program tahunan sebagai panduan bersama bagi seluruh organisasi pengelola zakat di Indonesia.
"PR kita adalah mentransformasi bagaimana konsep delapan asnaf itu, menjadi konsep-konsep kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Contohnya Ibnu Sabil/Fi Sabilillah, tidak cukup hanya dakwah dan advokasi, mungkin lebih tepat masuk dalam pembangunan umat," tuturnya, seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.
Dia juga menyinggung soal pentingnya standardisasi penyaluran zakat agar setiap program memiliki dampak yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan syariah.
Beliau mendorong agar pengelolaan zakat tidak lagi hanya bersifat bantuan karitatif, melainkan harus diturunkan ke dalam indikator-indikator keberhasilan yang konkret dan terukur.
“Di atas semua itu, pengelolaan zakat itu harus dilandasi oleh qolbu (hati) kita yang sama-sama qolbun salim. Qolbun salim, yang berjuang memajukan umat melalui zakat ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menyebut pertemuan ini dilakukan untuk memperkuat sinergi tata kelola zakat nasional pasca ditetapkan pimpinan BAZNAS periode 2026-2031.
Pertemuan ini disebutnya juga untuk mendorong adanya standardisasi metode pengukuran dampak zakat yang seragam agar kontribusi lembaga filantropi terhadap pembangunan ekonomi nasional dapat terukur secara akurat dan transparan.
Audiensi ini juga membahas teknis kolaborasi di lapangan guna menghindari tumpang tindih program antarlembaga zakat. Ahmad Juwaini kemudian menekankan pentingnya pembagian wilayah kerja yang lebih operasional, seperti pemetaan penyaluran beasiswa pendidikan, agar jangkauan manfaat zakat menjadi lebih luas dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si.; serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI, yakni Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Hj. Saidah Sakwan, M.A., H. Ending Syarifuddin, M.E., H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., dan Hj. Neyla Saida Anwar, S.S., S.E., S.H., M.Hum.




