Dua unit pompa apung dikerahkan untuk atasi genangan di DI Panjaitan
Personel gabungan mengerahkan dua unit pompa apung untuk membantu mengatasi genangan di Jalan DI Panjaitan, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur.

Banjir setinggi 50 sentimeter (cm) merendam Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (4/2/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Banjir setinggi 50 sentimeter (cm) merendam Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (4/2/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Personel gabungan mengerahkan dua unit pompa apung untuk membantu mengatasi genangan di Jalan DI Panjaitan, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur.
"Untuk mempercepat penanganan terjadinya genangan, dua unit pompa apung dikerahkan ke lokasi," kata Kepala Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Jatinegara, Meta Pradoningrum di Jakarta, Kamis.
Hujan deras yang terjadi pagi ini menyebabkan genangan setinggi sekitar 30-50 sentimeter di Jalan DI Panjaitan.
Personel gabungan dari unsur petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (Satpel SDA), Suku Dinas Perhubungan, serta Satuan Wilayah Lalu Lintas (Satwil Lantas) setempat turut menangani genangan maupun mengatur lalu lintas.
Meta menyebutkan, sebanyak 10 personel Pasukan Biru, dua unit pompa apung, satu unit pompa Atlas Copco MP 19 serta satu unit pompa KSB 300 dikerahkan untuk mengatasi genangan.
Genangan mulai terjadi sekitar pukul 08.15 saat hujan turun dengan intensitas tinggi. "Namun, pada pukul 09.30 WIB genangan berangsur surut," ujar Meta.
Selain itu, Meta menjelaskan, selama musim hujan, kesiapsiagaan personel terus ditingkatkan, terutama di daerah rawan genangan dan banjir.
"Kita akan bergerak cepat mengatasi jika terjadi genangan agar cepat surut dan tidak menganggu mobilitas warga," katanya.
Lurah Cipinang Cempedak, Rico Eka Putra Rifai mengatakan, pihaknya turut mengerahkan delapan pasukan oranye untuk membantu penanganan di lokasi.
"Mereka membersihkan sampah yang menyumbat saluran air serta membantu pengaturan lalu lintas," katanya.
Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) memastikan proyek "jacking" saluran air di Jalan DI Panjaitan masih terus berlangsung dan ditargetkan selesai pada 2026.
"Jalan DI Panjaitan sekarang lagi dalam tahap pengerjaan 'jacking'. Kami targetkan tahun ini, tahun 2026, selesai pengerjaan," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur, Senin (9/2).
Dia menyebutkan, proyek itu menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan banjir dan kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Metode "jacking" merupakan pemasangan pipa dengan melakukan pengeboran tanah di bawah permukaan jalan, lalu mendorongkan pipa menggunakan tekanan hidrolik.




