Top
Begin typing your search above and press return to search.

Gulkarmat evakuasi balita hingga ibu hamil dari banjir di Ciracas

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) mengevakuasi balita hingga ibu hamil saat banjir merendam permukiman warga di kawasan Cibubur, Ciracas, Sabtu (21/3) malam.

Gulkarmat evakuasi balita hingga ibu hamil dari banjir di Ciracas
X

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) mengevakuasi warga di kawasan Cibubur, Ciracas, Sabtu (21/3/2026) malam. ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakarta Timur.

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) mengevakuasi balita hingga ibu hamil saat banjir merendam permukiman warga di kawasan Cibubur, Ciracas, Sabtu (21/3) malam.

"Fokus utama kami adalah menyelamatkan warga yang paling berisiko, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sakit," kata Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur Muchtar Zakaria saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan pada pukul 17.15 WIB dari warga setempat.

Ketinggian banjir yang terjadi di Jalan H. Mardah RT 06/RW 03, Kelurahan Cibubur, yakni mencapai sekitar 1,7 meter, sehingga membahayakan keselamatan warga, khususnya kelompok rentan.

Sebanyak 47 jiwa berhasil dievakuasi dalam operasi tersebut. Di antaranya terdapat enam balita, enam lansia, satu ibu hamil, dan dua warga dalam kondisi sakit yang diprioritaskan untuk segera dipindahkan ke lokasi aman.

"Semua 47 jiwa terdampak kami evakuasi karena memang dalam kondisi membutuhkan dan rentan," ucap Muchtar.

Petugas mengerahkan dua unit rescue, satu unit pompa kebakaran (PK), serta unit selang dengan dukungan 10 personel.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 17.17 WIB dan 17.30 WIB, kemudian langsung memulai proses evakuasi pada pukul 17.32 WIB.

Dalam prosesnya, petugas harus menyusuri banjir yang cukup tinggi sambil memastikan keselamatan warga, terutama anak-anak dan ibu hamil, yang membutuhkan penanganan ekstra hati-hati.

Evakuasi berlangsung hingga pukul 20.30 WIB dan berjalan lancar tanpa adanya korban jiwa. Seluruh warga berhasil dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Berdasarkan laporan di lapangan, kondisi air mulai berangsur surut dengan penurunan sekitar 5 sentimeter (cm). Meski demikian, petugas tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.

"Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya respon cepat dalam penanganan bencana, terutama untuk melindungi kelompok rentan yang paling terdampak saat banjir melanda permukiman warga," ujar Muchtar.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire