Ini rekayasa lalin terkait proyek MRT Jakarta Stasiun Glodok dan Kota
Rekayasa lalu lintas (lalin) di sekitar area konstruksi pembangunan Fase 2A segmen Glodok-Kota (CP 203) yang dilakukan PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Sumitomo Mitsui Construction Company-Hutama Karya Joint Operation (SMCC-HK JO) selaku kontraktor pelaksana dimulai pada 10 Januari 2026.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Rekayasa lalu lintas (lalin) di sekitar area konstruksi pembangunan Fase 2A segmen Glodok-Kota (CP 203) yang dilakukan PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Sumitomo Mitsui Construction Company-Hutama Karya Joint Operation (SMCC-HK JO) selaku kontraktor pelaksana dimulai pada 10 Januari 2026.
"Rekayasa ini merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo di Jakarta, Jumat.
MRT Jakarta pun memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan itu berlangsung dan mengharapkan pengertian serta kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek tersebut.
Selain itu, MRT Jakarta juga senantiasa memastikan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan tetap terjaga selama proses konstruksi berlangsung dengan memasang rambu lalu lintas, marka jalan dan lampu penerangan jalan umum.
"PT MRT Jakarta (Perseroda) berharap para pengguna jalan dan angkutan umum agar memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan," imbau Rendy.
Perubahan arus lalu lintas tersebut meliputi:
A. Stasiun Kota: Tahap 7 – Periode 10 Januari hingga 15 Juli 2026
• Area konstruksi akan berada di area persimpangan Jalan Pintu Besar Selatan dan Jalan Asemka, dengan cakupan pekerjaan, antara lain: pekerjaan struktur bawah tanah stasiun dan pintu masuk (entrance) disertai dengan pekerjaan arsitektur dan MEP pada tahap selanjutnya.
• Rekayasa lalu lintas (dua arah)
Penggunaan badan jalan (lalu lintas) di arah utara Jalan Pintu Besar Selatan yang sebelumnya menggunakan di sisi barat, akan dialihkan ke sisi timur, dengan konfigurasi satu jalur ke arah selatan dan satu jalur ke arah utara, hanya diberlakukan untuk Transjakarta, penghuni, dan konsumen toko di jalan Pintu Besar Selatan. Namun jika terjadi kepadatan lalu lintas, terutama di Jalan Pancoran, maka Jalan Pintu Besar Selatan akan dibuka untuk umum secara situasional.
• Pada sisi barat Jalan Pintu Besar Selatan tetap difungsikan terbatas untuk kendaraan kecil bagi penghuni dan pengunjung toko, dari arah selatan menuju ke utara.
• Di area persimpangan Jalan Asemka, yaitu lintas atas (fly over) menuju arah Jalan Jembatan Batu akan terjadi penyempitan dampak area pekerjaan. Konfigurasi jalan yang sebelumnya 3 lajur dari arah barat, akan menjadi 2 lajur di area persimpangan.
• Di area persimpangan menuju Jalan Asemka, yaitu lintas atas (fly over) dari arah Jalan Jembatan Batu akan terjadi penyempitan, dan arah laju kendaraan akan bergeser sedikit ke arah kanan median jalan di area persimpangan.
B. Stasiun Glodok: Tahap 3.2 – Periode 21 September 2025 hingga 13 Juli 2026
Pada area rencana pembangunan Stasiun Glodok, pelaksanaan manajemen rekayasa lalu lintas tetap dilaksanakan dengan konfigurasi lalu lintas pada tahap 3.2, di mana lalu lintas untuk kedua arah menggunakan Jalan Gajah Mada (contraflow).
Stasiun Glodok dan Kota merupakan bagian dari proyek MRT Jakarta Fase 2A CP203, bersama dengan pembangunan terowongan sepanjang 690 m, dengan total panjang jalur sekitar 1,4 kilometer, mulai dari Mangga Besar hingga Kota Tua.




