Top
Begin typing your search above and press return to search.

Mentan: MBG investasi generasi unggul dan tingkatkan ekonomi desa

Mentan: MBG investasi generasi unggul dan tingkatkan ekonomi desa
X

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman. ANTARA/Harianto

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi strategis pemerintah untuk menyiapkan generasi muda Indonesia yang sehat dan unggul sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan sektor pangan nasional.

"Ini (MBG) investasi untuk anak cucu kita, dan MBG ini penggerak ekonomi di desa, menggerakkan ekonomi yang hortikultura, sayur-sayuran, kemudian penjual ayam, penjual telur, ini bergerak semua dari hulu sampai hilir," kata Mentan dalam keterangan di Jakarta, Jumat (10/4).

Ia menyampaikan program itu difokuskan pada pemenuhan gizi anak-anak, mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah, sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menurut Mentan, program itu tidak didorong oleh kepentingan politik jangka pendek, melainkan murni untuk kepentingan jangka panjang dalam menciptakan generasi yang lebih cerdas dan sehat.

"Kalau secara politik itu tidak menguntungkan karena anak SD, anak TK, anak SD, SMP, SMA, dia belum pemilihan kalau kita mau pemilihan 2029, itu nggak ikut kan? Artinya ini betul-betul gagasan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) untuk generasi muda ke depan supaya cerdas-cerdas dan seterusnya," ujar Amran.

Ia menilai perhatian pemerintah terhadap anak-anak yang mengalami kekurangan gizi menjadi langkah penting, mengingat kondisi stunting di Indonesia masih relatif tinggi dan perlu ditangani secara serius.

MBG membantu menekan angka stunting melalui penyediaan asupan gizi yang cukup bagi anak-anak, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses pangan bergizi.

Mentan menegaskan upaya itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masa depan bangsa, dengan memastikan setiap anak memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.

"Mungkin yang mengkritik tidak pernah merasakan miskin. Aku ini lahir sudah miskin banget, miskin ekstrem. Jadi beliau itu (Presiden Prabowo) sangat peduli pada orang-orang, anak-anak kita yang kekurangan gizi stunting," tutur Mentan.

Ia menegaskan pula program itu juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan keadilan sosial, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan dukungan nutrisi.

Selain itu, program itu juga menjadi motor penggerak ekonomi desa, terutama sektor pangan, dengan melibatkan berbagai pelaku usaha dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan.

Menurut dia, program tersebut menciptakan efek berantai yang menghidupkan berbagai sektor usaha kecil dan menengah di pedesaan.

Petani hortikultura merasakan manfaat langsung dari peningkatan permintaan pasar, sehingga produksi sayur-sayuran menjadi lebih bergairah dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.

Selain itu, kata dia, sektor peternakan juga mengalami peningkatan aktivitas, khususnya bagi peternak ayam dan telur yang kini merasakan dampak positif dari program tersebut.

Dia pun menyebutkan jutaan pelaku usaha peternakan turut terdorong oleh program MBG, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat kecil di desa.

Tidak hanya itu, distribusi dan perdagangan hasil pangan juga ikut bergerak, dan menciptakan ekosistem ekonomi yang saling terhubung serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

"Jadi orang-orang kecil bahagia. Berapa juta peternak kita? Ada 3,8 juta. Ini bergerak semua dari unggas, sapi, kambing dan seterusnya," kata Amran.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire