Pemkot Jaktim perbaiki jalan amblas di Jalan Dewi Sartika
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas (Sudin) Bina Marga bergerak cepat memperbaiki kerusakan jalan amblas yang terjadi di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Kramat Jati.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas (Sudin) Bina Marga bergerak cepat memperbaiki kerusakan jalan amblas yang terjadi di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Kramat Jati.
"Perbaikannya pakai hotmix. Tapi, sebelumnya kita bongkar dulu bagian yang keropos, lalu lubang di bawahnya kita isi agregat dan dipadatkan. Setelah itu baru kita lapis ulang aspalnya," kata Kepala Satuan Pelaksana (Satpel) Bina Marga Kecamatan Kramat Jati Dudy Supriyadi saat di Jakarta, Selasa.
Langkah ini diambil sebagai upaya darurat untuk menutup lubang serta mencegah risiko kecelakaan yang lebih besar.
Dudy menyebut, kerusakan berupa rongga di bawah lapisan aspal tersebut dapat membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan berat dan roda dua yang melintas di kawasan tersebut.
Proses perbaikan tidak hanya dilakukan di permukaan, tetapi juga menyasar bagian dalam jalan yang mengalami kerusakan cukup parah.
Dudy mengungkapkan, kondisi kerusakan jalan tergolong serius karena terdapat rongga di bawah aspal yang mencapai sekitar 50 persen. Jika tidak ditangani dengan benar hingga ke lapisan bawah, perbaikan hanya akan bersifat semu dan berpotensi kembali rusak dalam waktu singkat.
"Kalau tidak dikorek sampai ke bawah, itu hanya bagus di atas saja. Padahal di dalamnya sudah berlubang, ini yang berbahaya," jelas Dudy.
Terkait waktu kerusakan, Dudy mengaku pihaknya baru mengetahui kondisi tersebut pada hari yang sama saat penanganan dilakukan. Namun, berdasarkan informasi dari warga sekitar, kerusakan diduga sudah terjadi sejak sekitar satu pekan terakhir, meski awalnya belum terlihat membesar.
Penanganan cepat tersebut melibatkan sekitar lima hingga enam personel Satpel Bina Marga, dibantu satu unit truk pengangkut material.
Proses pengerjaan berlangsung relatif singkat, yakni sekitar satu hingga dua jam, sehingga tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas di ruas jalan tersebut.
Meski demikian, Pemkot Jakarta Timur menegaskan bahwa perbaikan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara.
Dari hasil peninjauan di lapangan, kerusakan jalan diduga kuat dipicu oleh aktivitas galian utilitas di bawah jalan, seperti pekerjaan jaringan air bersih (PAM) maupun pemasangan kabel internet yang dilakukan beberapa waktu lalu.
"Kalau ini akibat utilitas, maka yang bertanggung jawab adalah pemilik utilitas tersebut. Pekerjaan yang kami lakukan ini hanya penanganan sementara," ucap Dudy.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah melaporkan temuan tersebut kepada Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur agar segera dilakukan koordinasi dengan instansi atau pihak utilitas terkait.
Dudy berharap, perbaikan permanen dapat segera dilakukan dengan metode konstruksi yang sesuai standar teknis.
Perbaikan permanen, kata Dudy, harus dilakukan dengan cara pengupasan total hingga ke lapisan dasar jalan, kemudian dilakukan pelapisan kembali secara berlapis dengan pemadatan maksimal.
Dia juga menekankan bahwa ketebalan aspal harus sesuai spesifikasi, yakni terdiri dari dua lapisan dengan total ketebalan sekitar 11 sentimeter.
"Lapisan bawah sekitar tujuh sentimeter dan lapisan atas sekitar lima sentimeter. Kalau tidak sesuai spesifikasi itu, kami akan komplain ke pihak yang bertanggung jawab," ujar Dudy.
Selain itu, Pemkot Jakarta Timur juga akan memperketat pengawasan terhadap pekerjaan utilitas di wilayahnya. Hal ini penting mengingat tingginya intensitas proyek galian yang kerap dilakukan di bawah badan jalan, yang jika tidak dikerjakan sesuai standar dapat memicu kerusakan serupa.
Pengawasan juga akan difokuskan pada ruas jalan dengan volume kendaraan berat yang tinggi, seperti di Jalan Dewi Sartika.
Dengan penanganan cepat ini, Pemkot Jakarta Timur berharap potensi kecelakaan akibat jalan ambles dapat diminimalisir. Namun demikian, perbaikan permanen tetap menjadi prioritas agar kondisi jalan kembali optimal dan aman digunakan dalam jangka panjang.
Pemkot Jakarta Timur juga mengimbau kepada seluruh pihak utilitas agar bertanggung jawab terhadap setiap pekerjaan galian yang dilakukan, termasuk memastikan kualitas pengembalian kondisi jalan sesuai standar, sehingga tidak merugikan masyarakat sebagai pengguna jalan.
Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi jalan amblas di kawasan Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur (Jaktim) karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
"Awalnya kecil lubang, tapi makin lama makin besar. Apalagi banyak kendaraan berat lewat sini, kan jadi bahaya," kata salah satu warga sekaligus pemilik usaha di sekitar lokasi, Kevin (30) di Jakarta, Selasa.
Kerusakan yang berada di sisi kiri jalan, tepat di area tikungan, kerap memicu kecelakaan, terutama bagi kendaraan yang melintas dari arah Kalibata menuju Dewi Sartika.
Terlihat sejak pagi menunjukkan kondisi jalan masih amblas dengan lubang yang cukup dalam. Sejumlah pengendara, khususnya sepeda motor, tampak harus memperlambat laju kendaraan saat melintas.




