Polisi tangkap tiga orang karena bawa sajam di Jaktim
Polisi menangkap dua pria dan seorang perempuan yang diduga sedang hamil karena membawa senjata tajam untuk tawuran di kawasan Otista, Jatinegara, Jakarta Timur.

Rekaman CCTV penangkapan dua pria dan seorang perempuan yang diduga sedang hamil saat aksi kejar-kejaran membawa senjata tajam (Sajam) di kawasan Otista, Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim), Sabtu (13/2/2026) pukul 23.35 WIB. (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Rekaman CCTV penangkapan dua pria dan seorang perempuan yang diduga sedang hamil saat aksi kejar-kejaran membawa senjata tajam (Sajam) di kawasan Otista, Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim), Sabtu (13/2/2026) pukul 23.35 WIB. (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Polisi menangkap dua pria dan seorang perempuan yang diduga sedang hamil karena membawa senjata tajam untuk tawuran di kawasan Otista, Jatinegara, Jakarta Timur.
"Saat ini pelaku diamankan di Polres Metro Jakarta Timur," kata Kapolsek Jatinegara, Kompol Samsono di Jakarta, Minggu.
Polisi juga mengimbau masyarakat dan orang tua agar lebih mengawasi aktivitas remaja guna mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Hingga kini, pihak Kepolisian masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri kelompok lain yang sempat melarikan diri.
Warga setempat, Muhammad Cholid (54) mengungkapkan peristiwa tersebut berawal dari kejar-kejaran sekelompok warga dari arah Jatinegara Barat menuju Kampung Melayu. "Salah satu motor berbonceng tiga akhirnya tertangkap di sini," kata
Dia saat ditemui di RT 03, Kebon Baru 2, Gang Sensus IV, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu, menjelaskan, sua pria dan satu wanita itu tersebut diduga hendak terlibat dalam aksi tawuran pada Sabtu (13/2) sekitar pukul 23.35 WIB.
Penangkapan bermula dari kejar-kejaran antara aparat Kepolisian dan sejumlah pengendara motor.
Menurut dia, sepeda motor tersebut ditumpangi dua pria dan satu perempuan. Ketiganya langsung diamankan oleh petugas dari Polsek Jatinegara dengan bantuan warga.
"Yang tertangkap itu satu motor isinya tiga orang. Dua laki-laki, satu perempuan," ujar Cholid.
Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan dua senjata tajam berupa parang dan celurit panjang yang disimpan oleh para pelaku. Senjata tersebut diduga akan digunakan untuk tawuran.
"Ada dua sajam, parang dan celurit. Itu langsung diamankan polisi," ujar Cholid.
Perempuan yang ikut diamankan mengaku sebagai istri salah satu pria tersebut. Dia juga menyampaikan kepada petugas bahwa dirinya sedang dalam kondisi hamil.
Untuk memastikan tidak ada barang berbahaya lain, penggeledahan dilakukan dengan disaksikan warga perempuan.
Berdasarkan pengakuan, kata dia, wanita tersebut sedang hamil. "Waktu digeledah, disaksikan ibu-ibu warga, tidak ada barang lain selain sajam," katanya.
Selain senjata tajam (sajam), polisi juga mengamankan telepon genggam milik para pelaku sebagai bagian dari barang bukti.
Dari keterangan sementara, kelompok tersebut diduga hendak menuju lokasi tawuran di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan. "Indikasinya memang mau tawuran, katanya titiknya di Kasablanka," katanya.
Sebelum tertangkap, rombongan tersebut bergerak dengan beberapa sepeda motor lain. Namun, kendaraan lainnya melarikan diri hingga ke arah Kampung Melayu.
Cholid menambahkan, berdasarkan identitas yang diperiksa petugas, para pelaku bukan merupakan warga setempat. Mereka mengaku berasal dari kawasan Cipinang Jagal, Rawamangun, Pulogadung.




