Polisi ungkap kronologi balita lompat dari balkon di Jaktim
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur mengungkap kronologi peristiwa seorang balita berusia tiga tahun yang melompat dari balkon lantai dua rumah kontrakan di kawasan Rawabunga, Jatinegara.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur mengungkap kronologi peristiwa seorang balita berusia tiga tahun yang melompat dari balkon lantai dua rumah kontrakan di kawasan Rawabunga, Jatinegara.
"Benar, kemarin viral di media sosial ada anak balita usia tiga tahun (inisial AC) yang lompat dari balkon lantai dua," kata Kepala Unit PPA Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Timur Kompol Sri Yatmini di Mapolres Metro Jakarta Timur, Rabu.
Petugas Kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk memastikan lokasi dan peristiwa tersebut.
Peristiwa tersebut viral di media sosial (medsos) dan memicu perhatian publik. Kejadian itu berlangsung pada Selasa (6/1) sekitar pukul 16.00 WIB.
Awalnya, polisi menerima informasi dari unggahan di medsos Facebook yang memperlihatkan seorang anak kecil terjatuh dari lantai dua rumah.
Petugas kemudian menelusuri lokasi kejadian dan menemukan rumah tempat kejadian perkara (TKP) berada di wilayah Rawa Bunga, Jatinegara.
Skses menuju lokasi tersebut sangat sempit sehingga menyulitkan petugas. Namun, pencarian terbantu berkat dukungan tokoh masyarakat, RT, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta aparat kelurahan.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati rumah dalam keadaan terkunci dari luar. Di dalam rumah terdapat tiga anak, masing-masing berusia tujuh tahun, tiga tahun dan dua tahun.
Anak kedua yang berusia tiga tahun merupakan korban yang melompat dari balkon lantai dua.
"Rumah itu dikunci dari luar oleh ibunya. Saat kami ketuk, tidak ada yang bisa membuka sehingga akhirnya dibantu warga untuk dibuka paksa. Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Saat pintu berhasil dibuka dan petugas menemukan salah satu anak sudah dalam kondisi terluka akibat terjatuh dari lantai dua.
Sementara sang kakak berusia tujuh tahun hari itu tidak diperbolehkan sekolah karena diminta menjaga kedua adiknya, termasuk satu yang sedang sakit.
Di dalam rumah, polisi menemukan kondisi lingkungan yang tidak aman bagi anak-anak karena terdapat colokan listrik, kompor dan peralatan rumah tangga lain tanpa pengawasan orang dewasa.
Menurut dia, sebelum kejadian sang ibu disebut sempat terlibat pertengkaran dengan teman dekatnya yang tinggal satu rumah. Peristiwa itu diduga disaksikan langsung anak-anaknya.
"Sebelum kejadian tersebut ibu korban berantem dengan teman dekatnya yang sudah satu rumah sehingga anak ini melihat, mengetahui, yang akhirnya entah apa yang terjadi anak korban ini mengambil satu buah kursi kecil kayu berwarna biru, naik ke balkon dan lompat dari balkon lantai dua," katanya.
Yang lebih memprihatinkan, ketiga anak tersebut diduga kerap ditinggalkan sendirian di rumah. Mereka bahkan terkunci dari luar.
Para tetangga mengaku sering mendengar anak-anak itu berteriak meminta makan.
"Anak-anak ini sering dikasih makan tetangga lewat balkon dengan cara dilempar, karena mereka terkunci dari luar. Saat kami temukan pun, mereka dalam kondisi lapar," katanya.
Saat ini, ketiga anak tersebut telah berada dalam perlindungan Unit PPA. Mereka juga menjalani asesmen (penilaian) bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) PPA untuk memastikan pemulihan fisik dan psikologis.
Sri mengapresiasi warga sekitar yang peduli dan melaporkan kejadian tersebut. Sri juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menemukan kasus serupa.
"Jika orang tua merasa tidak mampu mengasuh anak, negara hadir. Kami memiliki rumah aman. Silakan diserahkan secara tertulis. Jangan sampai anak-anak ditinggalkan tanpa pengawasan," tegas Sri.
Masyarakat juga diminta segera melapor melalui layanan darurat 110 bila mengetahui dugaan penelantaran anak. "Berikan informasi lengkap dan benar agar kami bisa segera menjangkau lokasi," katanya.
Kasus ini kini masih dalam penanganan Polres Metro Jakarta Timur, termasuk pendalaman terhadap orang tua para korban.
Adapun anak yang terjatuh berinisial AC (3), merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Dua anak lainnya masing-masing PI (8) dan GKI (2).




