Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pramono nilai konflik Timteng lama bisa berdampak pada ekonomi DKI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menilai konflik di Timur Tengah (Timteng) bila berkepanjangan, akan berdampak pada perekonomian bangsa, termasuk Ibu Kota.

Pramono nilai konflik Timteng lama bisa berdampak pada ekonomi DKI
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menilai konflik di Timur Tengah (Timteng) bila berkepanjangan, akan berdampak pada perekonomian bangsa, termasuk Ibu Kota.

“Karena kondisi ini, kalau perangnya lama pasti pengaruhnya besar. Kenapa pengaruhnya besar? 'Supply chain'-nya (rantai pasok) akan mengalami perubahan yang signifikan," kata Pramono dalam sambutan saat buka puasa bersama di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin.

Ia menyebutkan, hal itu ​​​​​​pasti akan mengakibatkan kenaikan harga barang dan jasa serta nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

"Itu akan memberikan tekanan kepada APBN kita,” katanya.

Pramono juga menyoroti bahwa saat ini, harga minyak dunia mengalami kenaikan yang sangat tinggi.

Kemudian, lanjut Pramono, dengan perang yang terjadi sekarang ini antara Iran dengan Amerika-Israel, Indonesia, khususnya Jakarta bisa saja melalui masa-masa yang memerlukan kekompakan.

Untuk itu dalam kesempatan tersebut, Pramono pun meminta kepada jajaran di Wali Kota Jakarta Barat, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk bersama-sama menjaga Jakarta.

“Maka untuk itu, kebersamaan, gotong royong, saling mempercayai, itu termasuk menjadi kata kunci bagaimana kita sebagai bangsa besar menghadapi ini,” kata Pramono.

Sebelumnya, Pramono juga telah memerintahkan jajarannya untuk bersiap menghadapi kemungkinan krisis di tengah konflik antara Iran dan Israel-Amerika.

“Saya menyampaikan kepada jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk kita selalu berpikir tentang krisis. Sehingga kalau ada kekurangan, misalnya produk-produk tertentu, kita harus mempersiapkan untuk itu,” ujar Pramono.

Pramono berharap, konflik tersebut tidak akan berlangsung lama.

Namun, sebagai pemimpin Jakarta, ia juga menyadari bahwa kondisi tersebut akan berdampak pada Ibu Kota khususnya di bidang barang dan jasa.

Apabila itu terjadi, kenaikan harga barang mungkin akan terjadi di Jakarta.

“Karena pertama, supply chain-nya ini melalui Selat Hormuz yang di situ hampir 30 persen lebih minyak dunia itu selalu melewati selat ini, termasuk juga barang-barang yang lain," katanya.

Jika selat itu ditutup, maka rantai pasok menjadi semakin panjang sehingga ongkos perjalanan untuk barang dan jasa menjadi lebih mahal dan dampaknya kepada harga pasti akan terdampak.

Sebagai antisipasi, Pramono pun mengerahkan seluruh BUMD untuk bersama-sama menghadapi kemungkinan itu.

Salah satunya, Pemerintah Jakarta beberapa waktu lalu telah menerima impor sapi Australia.

Menurut Pramono, hal ini dilakukan sebagai upaya menyeimbangkan harga daging sapi di Ibu Kota.

“Ini cara kita untuk supaya harga daging tidak mengalami kenaikan dan Alhamdulillah sampai hari ini tidak mengalami kenaikan,” kata Pramono.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire