Rekayasa lalu lintas saat malam takbir bersifat situasional
Polda Metro Jaya menyebutkan rekayasa lalu lintas saat malam takbiran menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Jakarta bersifat situasional.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Polda Metro Jaya menyebutkan rekayasa lalu lintas saat malam takbiran menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Jakarta bersifat situasional.
"Polda Metro Jaya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional pada kawasan Monas, Bundaran HI serta koridor Sudirman–Thamrin dan titik-titik pendukung lainnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Budi menambahkan sebanyak 903 personel keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) yang disiagakan untuk melakukan pengaturan, penjagaan, penguraian arus dan langkah-langkah rekayasa lalu lintas sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Selain itu Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 1.810 personel untuk mengamankan malam takbiran menyambut perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di DKI Jakarta.
"Pengamanan ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan malam takbiran berlangsung aman, tertib dan kondusif," katanya.
Budi menjelaskan, jumlah personel tersebut terdiri atas 1.759 personel Polda Metro Jaya dan 51 personel Polres jajaran.
Selanjutnya, ribuan personel tersebut disebar di sejumlah titik pengamanan yang telah dipetakan dengan fokus utama kawasan Monas, Bundaran HI serta koridor Sudirman–Thamrin.
"Personel dibagi ke dalam Sektor A Monas sebanyak 100 personel, Sektor B Monas sebanyak 274 personel, Sektor C Bundaran HI sebanyak 533 personel serta pengamanan kamseltibcarlantas sebanyak 903 personel," katanya.




