Top
Begin typing your search above and press return to search.

RSUD Kabupaten Bekasi alami lonjakan pasien usai libur Lebaran

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengalami lonjakan pasien usai libur Lebaran dengan dominasi penyakit dipicu kelelahan hingga pola hidup kurang terkontrol selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah.

RSUD Kabupaten Bekasi alami lonjakan pasien usai libur Lebaran
X

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Bekasi, Rabu (25/3/2026). ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengalami lonjakan pasien usai libur Lebaran dengan dominasi penyakit dipicu kelelahan hingga pola hidup kurang terkontrol selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah.

Demikian disampaikan Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat meninjau Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Bekasi pada hari pertama kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah libur Lebaran sekaligus memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

"Pasien meningkat, melonjak tajam. Banyak yang mengeluhkan sakit diare, mual dan pusing. Itu karena pola makan, kebanyakan santan," ujar Asep Surya Atmaja di Cikarang, Rabu.

Asep turut berinteraksi dengan keluarga pasien untuk mendengarkan secara langsung perihal pelayanan kesehatan yang diberikan RSUD Kabupaten Bekasi, termasuk keluhan menyangkut lama proses penanganan medis.

Menanggapi hal tersebut, Asep menjelaskan bahwa setiap pasien harus melalui proses observasi untuk menentukan diagnosis dan penanganan yang tepat. Proses ini juga mencakup penempatan pasien di ruang perawatan sesuai jenis penyakit yang diderita.

"Untuk cek kolesterol saja kan harus puasa, jadi perlu waktu. Jadi di sini pasien bukan didiamkan tetapi diobservasi. Kalau sudah jelas, misalnya infeksi, masuk ke Ruang Seruni, kalau demam biasa, ke penyakit dalam. Jadi tidak sembarang dipindahkan," katanya.

Dirinya juga memastikan seluruh tenaga medis hadir dan menjalankan tugas sesuai sumpah profesi mereka. "Tenaga medis full karena mereka terikat sumpah profesi, jadi tetap menjalankan kewajiban," ujarnya.

Direktur RSUD Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti menegaskan seluruh layanan rumah sakit berjalan normal tanpa pemberlakuan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH). Seluruh tenaga medis dan pegawai hadir serta melayani pasien dengan optimal.

"Semua sistem berjalan, pasien terlayani. Dokter, perawat semua hadir, kami tidak menerapkan WFH, semua instalasi tetap berjalan," katanya.

Sri Enny menjelaskan RSUD Kabupaten Bekasi memiliki total 1.026 tenaga kerja terdiri atas dokter, perawat dan tenaga pendukung lain. Segenap tenaga medis ini sudah berpengalaman dan siap bertugas dalam kondisi apapun.

"Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat, termasuk saat terjadi lonjakan pasien usai libur Lebaran, kami sudah siap serta mengantisipasi kondisi ini," kata dia.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire