Top
Begin typing your search above and press return to search.

Warga Cipulir tak sempat sahur karena selamatkan barang saat banjir

Sejumlah warga di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mengaku tidak sempat sahur karena memilih menyelamatkan barang-barangnya saat terjadi banjir.

Warga Cipulir tak sempat sahur karena selamatkan barang saat banjir
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Sejumlah warga di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mengaku tidak sempat sahur karena memilih menyelamatkan barang-barangnya saat terjadi banjir.

"Jam 05.00 WIB, habis sahur ya pas adzan. Saya enggak sempat sahur, sudah wanti-wanti air sudah naik sampai situ," kata Zoko saat ditemui di lokasi banjir kawasan Gang Suwardi, Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat.

Zoko mengatakan saat air mulai meninggi, dirinya langsung membereskan dan mengangkat barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Mesin cuci, kasur, serta pakaian menjadi prioritas untuk diamankan.

“Dadakan saja airnya langsung naik cepat. Yang penting baju-baju diangkat dulu, kalau sempat baru kasur,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, ia mengaku tidak kuat menjalankan puasa karena sejak pagi harus berkutat dengan genangan air.

Warga menyebut banjir bukan merupakan banjir tahunan, melainkan kerap terjadi setiap hujan deras dengan intensitas tinggi dari siang hingga malam hari. Dalam tiga tahun terakhir tinggal di lokasi tersebut, ia sudah mengalami banjir sebanyak dua kali.

“Baru dua kali. Yang pertama waktu bulan puasa juga,” katanya.

Sang istri, Khotimah menjelaskan biasanya informasi status siaga diperoleh dari kelurahan melalui RT dan RW. Namun, kenaikan air kali ini dinilai cukup cepat meski sudah ada pemberitahuan status siaga.

“Biasanya ada laporan siaga satu, siaga dua. Tadi sudah siaga, tapi naiknya cepat,” ujar Khotimah.

Dia tersebut tinggal bersama suami dan tiga anaknya. Ia memastikan seluruh anggota keluarga dalam kondisi aman.

Untuk sementara waktu, ia memilih meliburkan usaha dagang gorengan dan takjil yang biasa dijajakan di pinggir jalan karena harus fokus membersihkan rumah.

Ia pun berencana pindah dari lokasi tersebut setelah Lebaran guna menghindari risiko banjir berulang. “Niat pindah habis Lebaran. Sudah ada rencana cari tempat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat sebanyak 123 RT dan 9 ruas jalan masih tergenang hingga pukul 12.00 WIB.

BPBD DKI mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.

Bersama dengan para lurah dan camat setempat, seluruh unsur tersebut juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas banjir. Genangan pun ditargetkan surut dalam waktu cepat.

BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire