Warga Kebon Pala mulai bersihkan lumpur usai banjir
Warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur (Jaktim) mulai membersihkan lumpur dan sisa material yang terbawa air ke dalam rumah usai banjir setinggi 125 sentimeter (cm) merendam wilayah itu.

Warga Kebon Pala membersihkan lumpur dan sisa material yang terbawa air ke dalam rumah usai banjir setinggi 125 sentimeter (cm) surut di Kampung Melayu, Jakarta Timur (Jaktim), Minggu (22/3/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza.
Warga Kebon Pala membersihkan lumpur dan sisa material yang terbawa air ke dalam rumah usai banjir setinggi 125 sentimeter (cm) surut di Kampung Melayu, Jakarta Timur (Jaktim), Minggu (22/3/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza.
Warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur (Jaktim) mulai membersihkan lumpur dan sisa material yang terbawa air ke dalam rumah usai banjir setinggi 125 sentimeter (cm) merendam wilayah itu.
"Sekarang sudah surut, warga tinggal bersih-bersih sisa lumpur sama kotoran yang masuk terbawa air," kata Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi di lokasi banjir, Jakarta Timur, Minggu.
Banjir yang merendam permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, mulai surut pada Minggu (22/3) sekitar pukul 03.00 WIB.
Ketinggian air yang sempat mencapai 125 cm pada Sabtu (21/3) malam kini berangsur turun menjadi sekitar 25 cm.
Pantauan di lokasi, sejak pagi hari warga bahu-membahu membersihkan rumah dan lingkungan. Lumpur tebal terlihat menutupi lantai rumah, perabotan, hingga jalan lingkungan.
Sejumlah warga tampak menyiram lantai, mengeruk lumpur, serta mengevakuasi barang-barang yang terdampak banjir.
Banjir sendiri mulai terjadi sejak Sabtu (21/3) pagi hari saat warga hendak melaksanakan Sholat Idul Futri, dengan ketinggian awal sekitar 50 cm.
"Sehabis sholat, air kemudian terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada malam hari," ucap Sanusi.
Menurut dia, banjir dipicu oleh curah hujan yang tinggi berlangsung lama, luapan Kali Ciliwung, serta kiriman air dari wilayah Bogor.
Adapun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 46 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Timur masih terendam banjir setelah wilayah tersebut diguyur hujan dan meluapnya sejumlah sungai (kali).
"Penyebab banjir akibat curah hujan tinggi, dan meluapnya Kali Cipinang, Kali Cilangkap, dan Kali Sunter," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, hingga pukul 10.00 WIB jumlah RT yang masih terendam banjir yaitu mencapai 46 dengan ketinggian air 30-80 sentimeter (cm).
Isnawa menjelaskan bahwa banjir sendiri disebabkan hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (21/3). Sehingga, terjadinya kenaikan tinggi muka air pada Pos Pesanggrahan Siaga 3 pukul 18.00 WIB.
Kemudian, di Pos Cipinang Hulu Siaga 3 pukul 18.00 WIB, Pos Sunter Hulu Siaga 2 pukul 18.00 WIB, dan Pos Krukut Hulu Siaga 3 pukul 19.00 WIB dan menyebabkan genangan di wilayah DKI Jakarta.




