BAPERA ingatkan Pemkab Langkat segera realisasikan pembangunan infrastruktur
Progres pembangunan infrastruktur di Kabupaten Langkat terkesan sangat lamban. Persoalan ini, menuai kritikan keras dari berbagai elemen masyarakat. Soni Mario Tamba, Kordinator Barisan Perjuangan Rakyat (BAPERA) mendesak pemerintah setempat untuk segera merealisasikannya.

Sumber foto: M Salim/elshinta.com.
Sumber foto: M Salim/elshinta.com.
Progres pembangunan infrastruktur di Kabupaten Langkat terkesan sangat lamban. Persoalan ini, menuai kritikan keras dari berbagai elemen masyarakat. Soni Mario Tamba, Kordinator Barisan Perjuangan Rakyat (BAPERA) mendesak pemerintah setempat untuk segera merealisasikannya.
“Percepatan pembangunan sangat diharapkan masyarakat. Karena, infrastruktur yang apik, menjadi faktor utama penunjang pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat harus segera merealisasikannya,” tegas Soni, Senin (2/3/2026) di Stabat
Selain itu, kata Soni, masyarakat di Negeri Bertuah juga sudah lama menunggu janji-janji pemerintah setempat. Seperti ruas jalan Stabat – Secanggang yang hingga kini masih rusak parah. Beberapa ruas jalan lainnya di Kota Stabat juga terlihat cukup parah. Para pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintasinya. Debu yang beterbangan, juga sangat mengganggu dan menambah ‘penderitaan’ pengendara.
“Pembangunan di Langkat ini dikebut aja pun tetap terlambat puluhan tahun progresnya. Kalau tidak sekarang digenjot, maka akan semakin lama terlambatnya dan semakin jauh ketertinggalannya,” cetus Soni lagi.
Disamping itu, perayaan ‘Idul Fitri sudah di depan mata. Masyarakat tentunya sangat mengidamkan infrastruktur yang baik. Bukan jalan berlobang dengan debu beterbangan yang dirasakan sepanjangn tahun.
Diinformasikan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Langkat Khairul Azmi mengatakan, ruas jalan Stabat – Secanggang bakal rampung dikerjakan sebelum Lebaran ‘Idul Fitri tahun 2026 ini.
“Insya Allah lebaran tahun ini warga sudah bisa menikmati jalan itu (jalan Kampung Nangka, Secanggang) bang. Memang tahun lalu sempat tertunda, tapi pengerjaannya harus tetap dilanjutkan dengan anggaran 2,5 miliar dari APBD Langkat,” kata Azmi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Rabu (4/3).
Bahkan, kata Azmi, pengaspalan ruas jalan tersebut bakal lebih panjang. Karena, ada tambahan biaya dari dana bagi hasil (DBH) sekira 4,7 milar. Namun jadwal pengerjaannya berubah, karena ada regulasi baru terkait juknis pelaksanaannya.




