Pemkot Magelang libatkan lansia dalam perencanaan pembangunan 2027
Pemerintah Kota Magelang menggelar konsultasi publik segmen lansia dalam rangka penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Tahun 2027 di Loka Budaya Alun-alun Selatan, Kamis (26/2/2026).

Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.
Pemerintah Kota Magelang menggelar konsultasi publik segmen lansia dalam rangka penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Tahun 2027 di Loka Budaya Alun-alun Selatan, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan bertajuk "Lenggah Sareng Simbah" itu diinisiasi okeh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida). Diikuti perwakilan lansia dari 17 kelurahan se-Kota Magelang.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, tujuan tersebut dapat dicapai melalui manajemen pembangunan yang baik, meliputi lima aspek utama, yakni perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, pelaporan, serta pertanggungjawaban dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Maka kami butuh masukan panjenengan (lansia) semua, apa yang harus kita lakukan, apa yang masih kurang. Panjenengan juga ikut memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar Damar di hadapan peserta.
Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat, termasuk para lansia, dalam proses penyusunan RKPD Tahun 2027.
“Konsultasi publik ini saya harapkan para senior citizen berperan aktif memberikan masukan atau usulan atas rancangan awal RKPD Kota Magelang Tahun 2027,” katanya.
Ia memastikan seluruh masukan yang disampaikan dalam forum tersebut akan menjadi bahan penyusunan Rencana Kerja (Renja) masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Selama ini Pemkot Magelang telah melibatkan lansia dalam berbagai program, mulai dari pengambilan kebijakan hingga pemberdayaan, seperti program sekolah lansia.
Dalam sesi dialog, sejumlah perwakilan lansia menyampaikan aspirasi. Mohtadi dari Kampung Dukuh mengusulkan adanya angkutan gratis bagi lansia. Menurutnya, fasilitas angkutan kota gratis saat ini baru diperuntukkan bagi pelajar.
“Harapannya ada angkutan gratis untuk lansia juga, supaya mobilitas kami lebih mudah,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Jumat (27/2).
Cipto, warga Perumahan Depkes, meminta pemerintah menyediakan infrastruktur yang ramah lansia, seperti fasilitas pejalan kaki yang aman dan nyaman.
“Saya juga mendukung adanya pelayanan fasilitas umum ramah lansia, serta angkutan gratis khusus lansia,” kata Cipto.
Sementara itu, Etalia Lastri, warga Kelurahan Panjang, mengapresiasi berbagai pelatihan yang selama ini diselenggarakan pemerintah, khususnya bagi kelompok usia 35–50 tahun. Namun, ia menilai keterlibatan lansia masih perlu ditingkatkan.
“Masih ada lansia yang produktif, misalnya bisa membatik. Mohon peserta pelatihan diseleksi dan dievaluasi perorangan agar tepat sasaran,” imbuhnya.




