Pemprov Jabar gencarkan persiapan untuk pembangunan PSEL Sarimukti

Pemulung memilah sampah plastik di zona perluasan atau zona 5 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. ANTARA FOTO/Abdan Syakura
Pemulung memilah sampah plastik di zona perluasan atau zona 5 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. ANTARA FOTO/Abdan Syakura
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menggencarkan persiapan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy di kawasan Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, dengan persiapan lahan dan pasokan sampah.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Arief Perdana mengatakan bahwa pihaknya kini sedang menyiapkan lahan yang saat ini masih dalam proses persetujuan pinjam pakai kawasan hutan.
"Nanti kita minta surat untuk segera diterbitkan persetujuan pinjam pakai kawasan hutannya, kita sudah berproses. Kebutuhan itu sekitar 25 atau hampir 26 hektare," katanya dalam keterangan yang diterima di Bandung Barat, Jumat (10/4).
Selain itu, dirinya juga menjelaskan bahwa pihak Pemprov Jabar juga harus menyiapkan pasokan sampah sebagai bahan baku operasional PSEL Sarimukti.
Ia menyebut, sebanyak enam daerah telah sepakat mengirimkan sampah ke PSEL Sarimukti, yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Purwakarta.
"Enam daerah sepakat mengirim sampah ke PSEL, total kebutuhan mencapai lebih dari 3.400 ton per hari," ujarnya.
Arief juga menambahkan, kebutuhan air untuk operasional PSEL juga cukup besar, yakni sekitar 1.000 meter kubik per hari, sehingga perlu kajian lebih lanjut terkait sumber air mengingat debit sungai di sekitar Sarimukti terbatas.
Sementara itu, untuk pembangunan konstruksi, pihaknya masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat. Pembangunan direncanakan akan dibiayai oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersama mitra.
"Dari segi pembiayaan sudah jelas konstruksi nanti akan ditanggung Danantara dan mitranya. Perkiraan pembangunan mungkin dimulai akhir 2026 atau awal 2027," tutup arief.




