Pemulihan pascabencana, BAZNAS RI bangun kembali meunasah di Pidie Jaya Aceh
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membangun kembali meunasah yang rusak akibat banjir dan longsor di Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, sebagai upaya memulihkan aktivitas keagamaan masyarakat terdampak bencana.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membangun kembali meunasah yang rusak akibat banjir dan longsor di Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, sebagai upaya memulihkan aktivitas keagamaan masyarakat terdampak bencana.
Meunasah adalah lembaga pendidikan Islam tradisional tingkat dasar sekaligus pusat kegiatan kemasyarakatan dan ibadah (seperti salat berjamaah, pengajian) di tingkat gampong (desa) di Aceh.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan, pembangunan meunasah darurat dilakukan untuk memastikan warga tetap memiliki ruang ibadah serta tempat berkegiatan keagamaan di tengah kondisi pascabencana yang masih membutuhkan pemulihan.
“Meunasah ini sangat penting bagi warga Aceh. Karena itu, kami (BAZNAS) berupaya menghadirkan kembali fungsi tersebut melalui meunasah darurat,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Saidah menjelaskan, pembangunan meunasah darurat merupakan bagian dari respons cepat BAZNAS dalam membantu masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dari sisi kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan spiritual dan sosial.
Saidah menyampaikan, pembangunan meunasah darurat tersebut dilakukan oleh BAZNAS RI bekerja sama dengan BAZNAS daerah serta melibatkan masyarakat setempat agar prosesnya berjalan cepat dan sesuai kebutuhan warga.
Ia mengatakan, BAZNAS memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi masyarakat terdampak serta menyiapkan program lanjutan untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk di Pidie Jaya.
Saidah menegaskan, komitmen BAZNAS RI untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap kondisi darurat, sebagai wujud amanah muzaki dan solidaritas umat.
“BAZNAS akan terus berupaya memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, terutama mereka yang sedang tertimpa musibah, agar dapat bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik,” ujar Saidah.
Saidah berharap, pembangunan meunasah tersebut dapat membantu warga tetap tenang, saling menguatkan, serta menjaga semangat kebersamaan di tengah situasi pascabencana.
Selain pembangunan meunasah, Saidah mengatakan, BAZNAS RI juga telah menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan lainnya bagi korban banjir dan longsor di Pidie Jaya, mulai dari bantuan pangan, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial bagi para penyintas.
“Layanan dapur umum, penyediaan sumur bor dan mesin air, dukungan psikososial, paket kebersihan (hygiene kit), MCK darurat, perlengkapan ibadah, hingga bantuan perlengkapan sekolah turut diberikan untuk membantu meringankan beban warga terdampak,” jelasnya.




