Cegah tawuran, Wakapolres Tegal lakukan pembinaan humanis pelajar
Atas arahan dan petunjuk Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo,, Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah melaksanakan pembinaan serta pemberian imbauan secara humanis kepada para pelajar yang terlibat aksi tawuran, Sabtu (10/1/2026).

Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.
Atas arahan dan petunjuk Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo,, Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah melaksanakan pembinaan serta pemberian imbauan secara humanis kepada para pelajar yang terlibat aksi tawuran, Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 WIB tersebut dilaksanakan di Ruang Bhayangkari Polsek Lebaksiu, sebagai tindak lanjut atas peristiwa tawuran pelajar yang terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB di depan PT Laku Mas, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kapolsek Lebaksiu Iptu Wawan Prasetyo, Kanit Reskrim Polsek Lebaksiu Aiptu Agus Hariyantono, para kepala desa beserta perangkat dan ketua RT, guru BK dari SMK Negeri 2 Slawi dan SMK Bhakti Praja Dukuhwaru, para orang tua siswa, serta pelajar yang terlibat tawuran.
Dalam arahannya, Wakapolres Tegal menegaskan bahwa pembinaan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menyelamatkan masa depan generasi muda melalui pendekatan persuasif dan edukatif, bukan semata-mata penindakan hukum.
“Kami tidak ingin generasi muda Kabupaten Tegal hancur karena tawuran. Pendekatan humanis ini kami lakukan agar para pelajar memahami dampak perbuatannya, baik secara hukum, sosial, maupun terhadap masa depan mereka sendiri,” tegas Kompol M. Iskandarsyah seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Senin (12/1).
Ia mengingatkan para pelajar agar tidak mengulangi perbuatan tawuran, terlebih sebagian di antaranya tercatat telah lebih dari satu kali terlibat aksi serupa. Menurutnya, tawuran tidak hanya membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain, tetapi juga dapat berujung pada proses hukum yang merugikan masa depan.
Kepada para orang tua, Wakapolres Tegal mengajak untuk lebih meningkatkan pengawasan serta membangun komunikasi yang intens dengan anak-anak mereka. Sementara kepada pihak sekolah, ia berharap agar siswa diarahkan pada kegiatan-kegiatan positif, dengan pemberian reward bagi siswa berprestasi serta punishment yang bersifat mendidik bagi pelanggaran.
“Peran orang tua dan sekolah sangat penting. Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Jika semua pihak bersinergi, tawuran pelajar bisa kita cegah bersama,” imbuhnya.
Wakapolres Tegal juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa atas peran aktifnya dalam menjaga situasi kamtibmas serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di wilayah masing-masing.
Sebagai bentuk komitmen bersama, para pelajar yang terlibat tawuran diwajibkan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua masing-masing sebelum dipulangkan.
Melalui kegiatan ini, Polres Tegal di bawah kepemimpinan AKBP Bayu Prasetyo berharap dapat menekan angka tawuran pelajar sekaligus membangun karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak baik.




