Decision Anxiety hantui pilih kampus 2026, ini solusinya
Psikolog ungkap kecemasan pilih kampus 2026, BINUS Bekasi tawarkan solusi arah karier jelas

Istimewa
Istimewa
Memilih perguruan tinggi di tahun 2026 tidak lagi sekadar menentukan kampus tujuan, tetapi juga menjadi proses yang sarat tekanan psikologis. Fenomena ini dikenal sebagai decision anxiety, yakni kondisi kecemasan akibat banyaknya pilihan, informasi, serta ketidakpastian masa depan.
Menurut Dr. Istiani, dosen di BINUS University, kondisi ini banyak dialami oleh orang tua dan calon mahasiswa.
“Kita sering melihat anak menunda pilihan karena takut salah langkah, sementara orang tua terjebak dalam pencarian pembanding yang tidak ada ujungnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tekanan moral untuk memastikan investasi pendidikan tidak sia-sia menciptakan beban ganda yang belum pernah dirasakan generasi sebelumnya.
Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh data yang menunjukkan sekitar 36% pemuda Indonesia bekerja tidak sesuai dengan bidang studinya. Kondisi ini menjadi pemicu kecemasan, terutama bagi orang tua yang harus mengeluarkan biaya besar untuk pendidikan anak.
Menanggapi fenomena tersebut, Direktur Kampus BINUS @Bekasi, Prof. Gatot Soepriyanto, menilai kejelasan arah menjadi kunci utama dalam meredam kecemasan.
“Orang tua butuh ketenangan yang berasal dari progres nyata. Karena itu kami mengintegrasikan industri langsung ke dalam kurikulum,” ujarnya.
Sebagai kampus berbasis Business, Service & Technology, BINUS @Bekasi menawarkan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dengan pengalaman industri melalui program enrichment. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapatkan gambaran langsung tentang dunia kerja.
“Ketika orang tua melihat anaknya lebih percaya diri, punya pengalaman, dan memahami arah kariernya, rasa cemas itu akan berubah menjadi kepercayaan,” tambahnya.
Selain aspek akademik, faktor finansial juga menjadi perhatian. Untuk itu, BINUS @Bekasi menghadirkan program Beasiswa EMAS (Empowering Achievement of Student) guna membantu meringankan biaya pendidikan.
“Beasiswa ini tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga menjadi simbol investasi masa depan anak,” jelas Gatot.
Dr. Istiani menegaskan, kejelasan arah dan pengalaman nyata merupakan faktor penting dalam mengurangi kecemasan.
“Ketika individu merasa berada di jalur yang jelas dan memiliki gambaran masa depan, tingkat kecemasan akan berkurang secara signifikan,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang mengintegrasikan pengalaman industri dan dukungan pembiayaan, BINUS @Bekasi berupaya membantu calon mahasiswa dan orang tua menghadapi proses pengambilan keputusan dengan lebih tenang.
Pada akhirnya, memilih kampus bukan hanya soal tempat belajar, tetapi tentang memastikan masa depan yang lebih terarah, relevan, dan memberikan rasa aman bagi mahasiswa maupun orang tua.




