Dukung sarana belajar pesantren di Gowa, NU Care–LAZISNU salurkan program kemaslahatan BPKH
NU Care–LAZISNU sebagai mitra Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI menyalurkan Program Kemaslahatan Tahun Anggaran 2025 melalui pengadaan sarana dan prasarana ruang belajar di Pondok Pesantren Ash-Shalihin, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (12/2/2026).

Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.
NU Care–LAZISNU sebagai mitra Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI menyalurkan Program Kemaslahatan Tahun Anggaran 2025 melalui pengadaan sarana dan prasarana ruang belajar di Pondok Pesantren Ash-Shalihin, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (12/2/2026). Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen BPKH dalam mengoptimalkan nilai manfaat Dana Abadi Umat untuk mendukung pendidikan dan dakwah.
Ketua NU Care–LAZISNU Sulawesi Selatan, Ahmad Jazil, menegaskan bahwa peran LAZISNU sebagai mitra Kemaslahatan BPKH tidak hanya pada aspek penyaluran, tetapi juga pengawalan dan pengawasan agar bantuan tepat sasaran serta berkelanjutan.
“Program pengadaan sarana dan prasarana ruang belajar ini adalah ikhtiar bersama untuk memperkuat kualitas pendidikan pesantren. NU Care–LAZISNU Sulawesi Selatan berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan transparan dan memberi dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, penguatan dakwah, serta pemberdayaan umat,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan mencakup sarana pembelajaran untuk jenjang Kelompok Bermain, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah. Fasilitas tersebut meliputi perlengkapan ruang belajar, perangkat penunjang pembelajaran berbasis teknologi, serta sarana edukasi laboratorium guna menunjang proses belajar mengajar di lingkungan pesantren.
Acara serah terima berlangsung khidmat dan dihadiri perwakilan BPKH, jajaran NU Care–LAZISNU Sulawesi Selatan, serta pimpinan dan civitas Pondok Pesantren Ash-Shalihin. Sinergi ini menjadi wujud nyata kolaborasi menghadirkan kemaslahatan yang berdampak langsung bagi lembaga pendidikan keagamaan.
Sementara itu, Senior Asisten Manajer Pelaporan Kemaslahatan BPKH, Adityo Negoro, mengapresiasi sinergi dan profesionalisme NU Care–LAZISNU PBNU serta NU Care–LAZISNU Sulawesi Selatan dalam mendampingi pelaksanaan program kemaslahatan.
“Semoga bantuan ini dimanfaatkan secara optimal, terjaga dengan baik, dan memberikan maslahat yang luas,” ungkapnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shalihin, Muhammad Kafrawy, menyampaikan apresiasi kepada BPKH RI dan NU Care–LAZISNU atas kontribusi dan pendampingan aktif dalam merealisasikan program.
“Kami bersyukur dan berbahagia karena hari ini fasilitas sarana dan prasarana ini dapat dimanfaatkan. Bantuan ini tidak hanya untuk internal pesantren, tetapi juga terbuka bagi masyarakat sebagai fasilitas bersama. Kami berkomitmen menjaga dan merawatnya agar manfaatnya berkelanjutan,” tuturnya.
Ke depan, NU Care–LAZISNU mendorong perluasan program kemaslahatan di bidang pendidikan agar nilai manfaat dana haji semakin dirasakan umat melalui penguatan lembaga pendidikan dan peningkatan kualitas generasi penerus bangsa.




